DAMPAK BERDIRINYA PERUSAHAAN KELAPA SAWIT TERHADAP PEMBANGUNAN PERTANIAN DIKABUPATEN MUKOMUKO
penulis: ersa febriana E1D021030
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sumbangan sektor pertanian selalu menduduki posisi yang sangat vital,pada negara berkembang seperti Indonesia sehingga sektor pertanian diletakkan sebagai andalan pembangunan nasional yang didukung oleh unsur-unsur kekuatan yang dimiliki.Pembangunan senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan, pembangunan pertanian memiliki arti penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup petani
Menurut Mubyanto (1999:6) perkembangan perkebunan merupakan pembangunan dari bidang pertanian yang didapatkan untuk mencapai pembangunan nasional, perkebunan juga sebagai wahana untuk mencapai peningkatan pertanian. Hal ini bertujuan untuk menambah pendapatan daerah dan Negara, salah satunya peningkatan mutu taraf hidup masyarakat di bidang perkebunan dalam rangka memperluas lapangan kerja.
Menurut Pahan Iyung (2008:23) kelapa sawit merupakan tanaman dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi, karena merupakan tanaman penghasil minyak nabati. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 8,3 juta ton/tahun. Kelapa sawit di Indonesia dewasa ini merupakan komoditas primadona, luasnya terus berkembang dan tidak hanya merupakan monopoli perkebunan besar negara atau perkebunan besar swasta. Perkebunan rakyat juga sudah berkembang dengan pesat. Tanaman kelapa sawit tumbuh di daerah tropis, sehingga dapat ditemukan pada dataran tinggi, pohon kelapa sawit ini dapat tumbuh tinggi dan berbuah dengan baik jika berada pada ketinggian 0-450 m dari permukaan laut.
Perusahaan merupakan salah satu bentuk usaha yang mencari suatu keuntungan atau laba, baik yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan, produksi barang dan bergerak dalam usaha jasa yang memiliki suatu struktur organisasi, lokasi dan karyawan. Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal usaha yang terbagi atas beberapa saham dalam tiap sekutu turut mengambil bahagian sebanyak satu saham atau lebih.
Tidak dapat dipungkiri, prospek industri kelapa sawit kini semakin cerah baik di pasar dalam negeri maupun di pasar dunia. Sektor ini akan semakin strategis karena berpeluang besar untuk lebih berperan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap tenaga. Termasuk dikabupaten mukomuko yang mayoritas penduduknya mempunyai perkebunan kelapa sawit dan melihat dari potensi alam yang ada di Kabupaten Mukomuko maka perusahaan pun memilih mengembangkan bisnisnya di daerah Kabupaten Mukomuko, karena tanah, iklim dan potensi alamnya cocok untuk ditanami kelapa sawit
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN.
Awal berkembangnya perkebunan kelapa sawit di masyarakat Provinsi Bengkulu yaitu dimulai dari Kabupaten Mukomuko, sehingga saat ini tanaman kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang sangat menentukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mukomuko.
Pada pengamatan yang dilakukan dapat kita ketahui beberapa dampak positif dan negative berdirinya perusahaan kelapa sawit dimukomuko:
Dampak positif
Masyarakat sekitar perusahaan mengalami perubahan pada pergeseran lapangan kerja baru yang akhirnya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kemudian terjadi perubahan pada perilaku sosial ekonomi masyarakat sekitar oleh kehadiran perusahaan pabrik pengolahan kelapa sawit, yang di tandai masih terjalinya sistem kekerabatan baik individu maupun kelompok dan masih terpeliharanya tali silaturahmi, budaya gotong royong dan solidaritas yang masih terjaga. Dampak positif dari perubahan kehidupan sosial masyarakat setelah berdirinya pabrik pengolahan kelapa sawit yaitu mengurangi tingkat pengangguran, menciptakan lapangan kerja yang baru, meningkatkan kesadaran masyarakat setempat tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan misalnya ada beberapa perusahaan yang memberikan jaminan kesehatan untuk para karyawannya. Selain itu juga berdirinya perusahaan pengolahan kelapa sawit terutama didesa-desa memudahkan para petani dan toke sawit untuk mengirimkan tandan buah segar(TBS) yang telah dipanen dari kebun ke pabrik kelapa sawit.
Dampak negative
Dampak negatif yang ditimbulkan dengan berdirinya perusahaan pengolahan kelapa sawit adalah terjadinya pencemaran udara dan pencemaran suara yang dtimbulkan dari aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit.selain itu pegolahan kelapa sawit juga menghasilkan limbah yang terdiri atas limbah padat dan limbah cair. Limbah padat pabrik sawit berasal dari proses pengolahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang atau tempurung, serabut atau serat, lumpur dan bungkil. Sedangkan limbah cair dari pabrik kelapa sawit berasal dari unit proses pengukusan (sterilisasi), proses
klarifikasi dan buangan hidrosiklon.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan yang telah di jabarkan, maka dapat disimpulkan bahwa dengan berdirinya perusahaan masyarakat mulai terbantu karena perusahaan memiliki andil dalam mengurangi pengangguran daerah, serta pihak perusahaan mulai membangun sarana dan prasarana pendukung guna menunjang berjalannya perusahaan . Setelah berdirinya perusahaan pengolahan kelapa sawit kehidupan masyarakat sekitar perusahaan menjadi sejahtera dan makmur, serta berkurangnya pengangguran karena perusahaan menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar. Selain itu ada juga dampak negative dari berdirinya perusahaan pengolahan kelapa sawit terjadinya pencemaran udara dan pencemaran suara yang dtimbulkan dari aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit dan juga menghasilkan limbah padatdan limbah cair.
Sumber :
Apriyanti, I. (2020). Dampak Berdirinya Perusahaan Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar. Agriprimatech, 3(2), 84–89. https://doi.org/10.34012/agriprimatech.v3i2.923
Ganesis .Teruntung, D., Terunjam, K. T., Mukomuko, K., & Tahun, P. B. (2011). Industri pengolahan kelapa sawit pt. agromuko palm oil mill desa teruntung, kecamatan teras terunjam, kabupaten mukomuko, provinsi bengkulu tahun 1994-2011. Kelapa Sawit.
Komentar
Posting Komentar