DAMPAK PERUBAHAN HARGA KARET TERHADAP PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA DWIJAYA, KEC. TUGUMULYO, KAB MUSI RAWAS, PROV. SUMATRA SELATAN
Penulis: Irda Riandita (E1D021085)
PENDAHULUAN
Indonesia
merupakan salah satu Negara agraris dimana, sebagian besar penduduknya tinggal
di pedesaan dengan mata pencaharian sebagai petani. Sektor pertanian merupakan
sumber kehidu pan manusia dan juga sektor yang menjanjikan bagi perekonomian
Indonesia. Pertanian salah satu pilar bagi kehidupan bangsa. Bertani adalah
pekerjaan yang mulia, selain untuk kehidupannya sendiri, juga penting bagi
kelestarian alam dan makluk hidup lainnya
Pembangunan
pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi
pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan,
produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah jumlah modal dan
skill, untuk memperbesar turut campur tangannya manusia didalam perkembangan
tumbuh-tumbuhan dan hewan. Dalam konteks pertanian berkelanjutan pada dasarnya
berarti kemampuan untuk tetap produktif sekaligus tetap mempertahankan basis
sumber daya (Endang,2010)
Tulisan ini membahas pendapatan
petani karet terhadap pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani di desa
dwijaya, kec. tugumulyo, kab musi rawas, prov. sumatra selatan.
METODE PENULISAN
Metode
yang digunakan dalam penulisan ini yaitu menggunakan metode pengumpulan data
melalui internet dan informasi dari narasumber di desa tersebut, dan dituangkan
pada tulisan artikel ini dengan bahasa sendiri dengan menggunakan kata-kata dan
sudut pandang dari penulis
PEMBAHASAN
Kesejahteraan
petani merupakan tujuan pembangunan pertanian dan pembangunan nasional yang
menjadi perjuangan setiap rumah tangga untuk mencapai kesejahteraan anggota
rumah tangganya. Menurut Undang-undang No 11 Tahun 2009, Kesejahteraan Sosial
adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga
negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat
melaksanakan fungsi sosialnya.
Pada
umumnya di desa Dwijaya hamper 50% penduduknya bekerja sebagai penyadap karet,
yang dimana notaben dari mereka berpenghasilan dari menyadap karet.
Menurut
hasil wawancara harga karet pada tahun 2019 berada di titik Rp.6.500 dan
sekarang berada pada harga Rp.9.000. perubahan harga tersebut sangat berdampak
positip bagi masyarakat, Dengan perubahan harga karet yang meningkat,
terjadinya pembangunan disektor petani karet yang lebih banyak , sebelumnya
hanya mengandalkan alat seadanya namun dengan harga yang meningkat ini
pembangunan jalan lebih terealisasi dan alat teknologi yang digunakan oleh
petani karet pun lebih baik.
Di
sisi lain juga terdapat dampak terhadap kesejahteraan petani karet dalam
peningkatan harga karet , yang sebelumnya hanya memperoleh hasil dari penjualan
yang hanya mencukupi kehidupan pokoknya sehari-hari namun dengan adanya
peningkatan harga karet ini petani lebih sejahtera dalam ekonominya yang bisa
membeli transportasi untuk berangkat ke kebun karetnya
KESIMPULAN
Pembangunan
pertanian ditunjukkan dari kesejahteraan masyarakatnya dimana untuk peningkatan
hasil dan produktivitasnya usaha tani melalui penambahan hasil produksi. Salah
satu upaya pembangunan pertanian adalah perkembangan dari hasil produksi
pertaniannya. Di desa dwijaya kenaikan harrga yang segnifikan sangat
mempengaruhi perkembangan desa tersebut termasuk kesejahteraan masyarakatnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Endang sri sudalmi,2010.Pembangunan pertanian yang berkelanjutan,jurnal
inovasi pertanian vol 9
Komentar
Posting Komentar