KEGIATAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS SECARA GROPYOKAN DAN DIBERLAKUKAN MT-2 UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN LEBONG
Penulis : Pina Lorenza (E1D021012)
PENDAHULUAN
Pertanian adalah kegiatan mengelola sumber daya alam hayati dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan manajemen untuk menghasilkan komoditas pertanian yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan dalam suatu agroekosistem. Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.
Pembangunan Pertanian merupakan suatu proses yang ditujukan untuk selau menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan (Bappeda, 2016).
Tikus adalah hama kedua terpenting pada tanaman padi di Indonesia. Hama ini harus diperhatikan khusus. Karena kehilangan hasil produksi akibat serangan hama tikus sangat tinggi. Usaha untuk mengendalikan tikus ini sudah banyak dilakukan oleh para petani, mulai dari fisik, cara hayati, sanitasi, kultur teknik, mekanik dan kimia. Tetapi diakui, bahwa dengan cara pengendalian itu bulum optimal, sehingga harapanuntuk menekan populasi tikus sangatlah sulit. Pengendalian hama tikus ini akan terlaksana dengan baik bila petani mempelajari konsep dasarnya dan menguasai berbagai cara pengendalian ke dalam suatu program yang sesuai dengan jenis organisme pengganggu dan ekosistem pertanian di tempat tersebut.
METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah hasil analisa penulis kemudian dituangkan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa dari penulis. Selain itu, tulisan ini bersumber dari informasi baik dari narasumber maupun sember lainnya. Narasumber dari penulisan ini merupakan masyarakat Kabupaten Lebong.
PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan mengenai upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat Lebong untuk mencegah hama tikus pada tanamana padi yaitu melakukan pembersihan lahan atau sanitasi lingkungan, pembersihan rumput rumput atau semak-semak yang suka digunakan tikus untuk bersarang. Dengan melakukan pemburuan atau dengan cara membunuh tikus secara langsung ( secara fisik ), dengan melakukan pembongkaran lubang-lubang sarang tikus, kemudian dibutu dan dibunuh (gropyokan) secara misal dan memasukkan air ke dalam sarangnya atau lubang lubang sarang tikus. Penanam secara serempak meliputi areal yang laus, misalnya seluas 0-100 hektar. Cara ini dilakukan untuk melakukan tersedianya makanan bagi tikus.Memanfaatkan cara pengendalian tikus yang biasa digunakan, seperti penggenangan sarang tikus,pemerangkapan, bunyi-bunyian, penjaringan dan cara lainnya.
Upaya pengendalian memberikan hasil yang baik, bahkan dalam satu malam sudah berhasil membunuh 900 ekor tikus.
Melihat hasil buruan yang berhasil mengurangi jumlah hama tikus, Pemerintah Kabupaten Lebong memberlakukanpeningkatan tanam dan panen padi dua kali (MT-2). Pada tahun-tahun sebelumnya juga pernah dicoba MT-2, namun gagal karena banyaknya tikus yang merusak tanaman padi.Dengan metode gropyokan yang dilakukan ini bisa mengendalikan hama tikus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Program MT-2 ini telah terlaksana 2 tahun terakhir, hasil produksi yang melimpahdua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya,yang mengakibatkan meningkatnya produksi dibidang pertanian tanaman padi. Hal ini menjadi modal untuk kemajuan sektor pembangunan pertanian Kabupaten Lebong dengan upaya penanaman padi 2 kali dalam satu tahun tanpa gangguan hama tikus.
Bupati Kabupaten Lebong menyampaikan, sektor pertanian merupakan penggerak perekonomian di Kabupaten Lebong. Untuk itu, dia kembali menegaskan akan fokus memperbaiki semua yang berhubungan dengan pertanian baik sarana maupun prasarana guna menunjang kemajuan pertanian di Kabupaten Lebong. seperti irigasi, jalan usaha tani termasuk juga sarana lain seperti pupuk, pestisida dan lainnya. Seluruh masyarakat Lebong dihimbau untuk ikut serta dalam program MT-2. Kemudian sektor pembangunan akan fokus membenahi sektor pertanian, baik sarana maupun prasarana agar ke depan petani kita lebih makmur dan Kabupaten Lebong bisa kembali menyandang gelar lumbung padi.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian terhadap upaya pengendalian hama tikus dengan gropyokan dan pemberlakuan tanam padi dua kali setahun melahirkan hasil yang baik. Dengan menggunakan metode gropyokan terhadap tikus yang menjadi hama utama padi Di Kabupaten Lebong, petani berhasil mengendalikan tikus-tikus itu sehingga penanaman padi dua kali setahun dapat dijalankan tanpa gangguan dari hama tersebut dan menghasilkan peningkatan jumlah produksi pertanian. Dengan meningkatnya produksi pertanian, maka pendapatan para petani meningkat sehingga pembangunan pertanian di Kabupaten Lebong bisa dikembangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Dumasari,2020 . Pembangunan Pertanian : Mendahulukan Yang Tertinggal. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
https://www.gobengkulu.com/2022/06/15/lagi-lagi-petani-lebong-panen-mt-ii/
( Diakses pada 13 Oktober 2022)
https://www.rmolbengkulu.id/ribuan-ekor-tikus-dibasmi ( Diakses pada 13 Oktober 2022)
Komentar
Posting Komentar