Mekanisasi Pertanian Di Kabupaten Bengkulu Selatan

 MAKALAH

MEKANISASI PERTANIAN DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN





Disusun oleh:

Nama: Refi Septarena

Npm : E1D020009

Kelas : Agribisnis C

Matkul : Pembangunan Pertanian Pedesaan

Dosen Pengampu : Dr. Reflis, SP.M.Si







PRODI AGRIBISNIS

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2022



KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan tepat waktu.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembangunan Pertanian Pedesaan. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan mengenai budidaya tanaman bagi para pembaca dan penulis tentunya.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah Bapak Dr. Reflis, SP.M.Si, karena telah memberikan tugas ini. Sehingga saya dapat menambah wawasan juga pengetahuan terkhusus mengenai mata kuliah Pembangunan Pertanian Pedesaan. Selanjutnya, ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu yang telah membantu saya dalam penyusunan serta penyelesaian makalah ini.

Saya menyadari bahwa pada makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

       Pembangunan secara luas telah merambah ke seluruh aspek atau bidang-bidang kehidupan masyarakat. Dengan tujuannya untuk meningkatkan sumber daya guna kesejahteraan bersama, pembangunan telah menanamkan akarnya dengan kuat di segala bidang.

       Salah satu bidang yang tidak luput terkena pembangunan ialah pertanian (agriculture). Pembangunan dalam pertanian dapat diartikan sebagai peningkatan sumber daya pertanian dengan menggunakan alat-alat modern guna mencapai efisiensi dan efektifitas pertanian. Penggunaan alat modern pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertanian dapat disebut dengan mekanisasi pertanian.

     Indonesia juga telah lama mengupayakan mekanisasi pertanian, apalagi dalam tiga tahun terakhir, di mana banyak jenis alat pertaniaan baru yang didistribusikan, terutama traktor pengolahan tanah, alat tanam (rice transplanter),dan alat panen kombinasi (rice combine harvester). Pengenalan mesin pertanian telah dilaksanakan sejak kemerdekaan, namun banyak mengalami inefisiensi. Hal ini mencerminkan apa yang disebut premature mechanization, yaitu proses pengenalan Aslintan yang kurang diikuti kesiapan kelembagaan. Oleh karena itu, mengingat karakteristik pertanian dengan kepemilikan lahan yang sempit, modal terbatas, serta pendidikan petani yang rendah, diperlukan pendekatan pengembangan mekanisasi yang sesuai.

      Sejak tahun 2015 Kementan memberikan Bantuan aslintan dalam jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Contohnya, selama periode tahun 2011-2014 pemerintah menyediakan alsintan sekitar 3.090 – 24.292 unit per tahun (Ditjen PSP, 2015). Program ditingkatkan mengingat permintaan alsintan oleh petani masih sangat tinggi, sementara harga alsintan umumnya masih belum terjangkau sehingga membuat kepemilikan alsintan ditingkat petani masih terbatas. Sejak tahun 2015, Kementan memberikan dan mendistribusikan bantuan alsintan kepada petani dalam jumlah yang cukup besar. Selain jumlahnya, jenis alsintan yang diberikan juga makin meningkat dan beragam. Alat mesin pertanian (alsintan) yang dibagikan meliputi traktor roda dua (TR2), traktor roda 4 (TR4), alat tanam (transplanter),alat panen kombinasi (combine harvester), alat pengering (dryer), mesin perontok padi (power thresher), mesin perontok jagung (corn sheller), mesin penggiling padi (rice milling unit), dan pompa air yang jumlahnya mencapai 65.325 unit (Ditjen PSP 2018)

      Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan salah satu kabupaten yang mendapat bantuan aslintan dari pemerintah. Salah satu contoh kecamatan yang menerapkan mekanisasi pertanian adalah Kecamatan Kedurang. Bantuan aslintan yang diberikan adalah berupa mesin panen padi (combine harvester), mesin pengering padi (vertical dryer) dan mesin pemipil jagung (corn sheller mobile). Yang di berikan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup dan mempermudah pekerjaan petani. Karena masuknya mekanisasi ini pasti ada keseimbangan yang terganggu di masyarakat, hal ini lah yang akan menjadi fokus penelitian ini yaitu mengkaji apa itu mekanisasi, fungsi, tujuan dan dampak-dampak yang di timbulkan oleh masuknya mekanisasi pertanian terhadap petani.

 

1.2  Rumusan Masalah

  1.           Apa itu Mekanisasi pertanian?

2          2. Apa tujuan mekanisasi pertanian?

3.             3. Apa saja dampak yang di timbulkan akibat mekanisasi pertanian terhadap petani di Kabupaten              Bengkulu Selatan?

1.3  Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis :

1.                   1. Pengertian mekanisasi pertanian

2.            2. Tujuan mekanisasi pertanian

3.         3. Dampak yang timbul akibat mekanisasi pertanian terhadap petani di Kabupaten Bengkulu Selatan


BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pengertian Mekanisasi

     Mekanisasi adalah sebuah proses penggantian dan penggunaan berbagai macam mesin serta beragam sarana teknik yang ditujukan untuk menjadi alat pengganti bagi tenaga manusia maupun hewan.

       Menurut Nurmala (2012) mekanisasi pertanian merupakan salah satu cara untuk mengolah lahan dan mengganti tenaga kerja manusia dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha tani. Penggunaan alat atau mesin modern dapat mengefisienkan waktu ataupun mengurangi jumlah tenaga kerja dibandingkan dengan sistem pertanian tradisional yang menggunakan banyak tenaga kerja dan menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaan pertanian.

       Kemajuan dan perkembangan mekanisasi usaha tani dimulai dari tahap ke tahap. Dimulai dari pertanian yang masih menggunakan tenaga mekanik kasar sampai berkembang menjadi peralatan pertanian yang ukuran dan efisiensinya lebih meningkat sehingga petani dapat meningkatkan hasil pertanian dengan tenaga kerja dan biaya yang lebih rendah.

2.2  Tujuan Mekanisasi

Secara umum, langkah mekanisasi ini bertujuan untuk:

1.          1. Meningkatkan produktivitas tenaga kerja pertanian,

2.          2. Meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

3.          3. Menurunkan biaya produksi.

4.        4. Meningkatkan efektifitas, efisiensi, kualitas hasil, produktivitas dan mengurangi beban kerja para            petani.

5.         5. Mengurangi kerusakan pada produksi pertanian.

6.         6. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

7.        7. Mencapai target yang telah dicanangkan di dalam pertanian, hal ini menyangkut hasil panen dan             pengendalian hasil setelah panen

8.       8. Memaksimalkan fungsi lahan pertanian, di mana akan banyak waktu pengelolaan tanah paskah             panen yang bisa dihemat dan kemudian digunakan sebagai masa tanam produktif pada lahan                 pertanian

9.       9. Menghindari terjadinya gagal panen yang diakibatkan oleh kurangnya jumlah tenaga kerja yang           dimiliki oleh sektor pertanian, maka di dalam hal ini penggunaan alat-alat pertanian modern dapat         membantu dan mengurangi risiko tersebut.

2.3  Dampak Mekanisasi

Dengan adanya mekanisasi pertanian pasti akan sedikit banyaknya berdampak terhadap kehidupan petani ataupun masyarakat di sekitarnya. Mekanisasi pertanian tentunya memiliki banyak sekali dampak positif akan tetapi terdapat pula dampak negatifnya.

Dampak positif dan dampak negatif dari mekanisasi ini tidak dapat dipisahkan karena memang saat mekanisasi pertanian di lakukan akan ada manfaat dan kerugian darinya. Dapat dikatakan bahwa dampak positif maupun negatif mekanisasi pertanian ini ialah dua sisi mata koin yang tidak bisa dipisahkan salah satunya.

Dampak positif mekanisasi adalah adanya kelompok tani, meningkatnya kesejahteraan petani, adanya interaksi antara petani dengan kelompok tani, mengurangi biaya tenaga kerja, membantu meningkatkan produksi dan pendapatan, adanya pelatihan kerja, dan mempercepat kegiatan usahatani. Sedangkan Dampak negatif adanya mekanisasi pertanian yaitu buruh tani yang mengalami kehilangan kesempatan kerja karena tergantikan oleh adanya mekanisasi. Hal ini pastinya juga akan berdampak terhadap pendapatan perkapita petani yang hal ini juga mempengaruhi pendapatan daerah serta tentunya meningkatkan pengangguran. Namun hal ini juga bisa berdampak positif  jika para buruh tani dan petani memiliki kreativitas karena bisa mencoba membuka UKM atau bisnis di yang berbasis pertanian untuk membuka lapangan pekerjaan dan menambah pendapatannya. Hal ini memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan keuntungan karena seperti yang kita ketahui nahwa Kabupaten Bengkulu Selatan itu lebih dominan di sektor industri dan jasa dari pada hanya mengandalkan sektor pertaniannya yang tentunya hal ini menandakan bahwa pendapatan masyarakatnya sudah cukup tinggi. 



BAB III

PENUTUP

3.        3.1 Kesimpulan

1.      Mekanisasi pertanian Dimulai dari pertanian yang masih menggunakan tenaga mekanik kasar sampai berkembang menjadi peralatan pertanian yang ukuran dan efisiensinya lebih meningkat sehingga petani dapat meningkatkan hasil pertanian dengan tenaga kerja dan biaya yang lebih rendah.

2.      Mekanisasi pertanian bertujuan mencapai target yang telah dicanangkan di dalam pertanian, hal ini menyangkut hasil panen dan pengendalian hasil setelah panen, memaksimalkan fungsi lahan pertanian, di mana akan banyak waktu pengelolaan tanah paskah panen yang bisa dihemat dan kemudian digunakan sebagai masa tanam produktif pada lahan pertanian, menghindari terjadinya gagal panen yang diakibatkan oleh kurangnya jumlah tenaga kerja yang dimiliki oleh sektor pertanian, maka di dalam hal ini penggunaan alat-alat pertanian modern dapat membantu dan mengurangi risiko tersebut.

3.      Dampak positif mekanisasi adalah adanya kelompok tani, meningkatnya kesejahteraan petani, adanya interaksi antara petani dengan kelompok tani, mengurangi biaya tenaga kerja, membantu meningkatkan produksi dan pendapatan, adanya pelatihan kerja, dan mempercepat kegiatan usahatani. Sedangkan Dampak negatif adanya mekanisasi pertanian yaitu buruh tani yang mengalami kehilangan kesempatan kerja atau tidak dengan adanya mekanisasi.

3.2  Saran

1.      Kepada buruh tani:

a.       Buruh tani sebaiknya tidak hanya bergantung pada pekerjaan pertanian saja, tetapi memiliki pekerjaan sampingan.

b.      Buruh tani yang usianya belum memasuki usia lanjut sebaiknya mengikuti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kreativitas mereka supaya mampu memperoleh pendapatan di luar pekerjaan sebagai buruh tani demi memperbaiki keadaan ekonomi rumah tangga.

2.      Kepada pemerintah:

a.       Perlu adanya upaya pengenalan teknologi mekanisasi pertanian lebih lanjut kepada buruh tani sebagai salah satu pelaku di bidang pertanian.

b.      Pemerintah perlu memberi bantuan modal untuk mendirikan usaha-usaha rumah tangga/ industri kecil rumah tangga kepada buruh tani.



DAFTAR PUSTAKA

 

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. 2015. Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Alat dan Mesin Pertanian APBN-P TA Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Jakarta.

-------. 2018. Pedoman Teknis Pengadaan dan Penyaluran Bantuan Alat dan Mesin Pertanian. Kementerian Pertanian. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Jakarta.

 

 

 LAMPIRAN





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU