MINIMNYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PASAR PEMATANG GUBERNUR “ KAGET” KOTA BENGKULU (CERAH KUNANTI PURBA E1DO19007)

 

MINIMNYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PASAR PEMATANG GUBERNUR “ KAGET” KOTA BENGKULU


MINIMNYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PASAR PEMATANG GUBERNUR “ KAGET” KOTA BENGKULU




Disusun oleh:

Nama : CERAH KUNANTI PURBA

NPM : E1D019007

Progra Studi : Agribisnis

Mata Kuiah : Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Kelas : C
Dosen Pengampu : Dr. Reflis, SP. M.Si.





SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2022

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “minimnya pembangunan infrastruktur pasar tradisional pematang gubernur Kota Bengkulu“ ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas bapak : Dr. Reflis, SP. M.Si pada mata kuliah pembangunan pertanian dan pedesaan. Selain itu, makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan juga kesadaran pemerintah akan pentingnya pembangunan dalam pertanian khususnya pembangunan pasar pematang gubernur kota bengkulu bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait yang telah membagi pengetahuannya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis menydari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.



Bengkulu, 17 oktober 2022



Cerah Kunanti Purba
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 2
Tujuan 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3
BAB III METODE PENELITIAN 5
Lokasi pengamatan 5
metode kerja 5
BAB IV PEMBAHASAN 6
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 9
kesimpulan 9
saran 9
DAFTAR PUSTAKA 10
LAMPIRAN 11

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang


Pertanian merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia untuk dapat meneruskan kehidupan di muka bumi ini. Dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari pertanian. Untuk itu perlu di adakan Pembangunan Pertanan. Pembangunan Pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi pertanian untuk menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh- tumbuhan dan hewan.
Pertanian merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pertanian Indonesia memeliki banyak potensi, sejarah pertanian telah membawa revolusi yang besar dalam kehidupan manusia. Kebudayaan masyarakat yang tergantung pada aspek pertanian diistilahkan sebagai kebudayaan agraris. Namun walaupun begitu, Pemerataan pembangunan sudah berulang kali dicetuskan, sampai saat ini pembangunan khususnya pembangunan pertanian masih saja belum merata dapat dirasakan oleh masyarakat petani khususnya. Salah satu wilayah yang masih kurang mendapatkan pemerataan pembangunan adalah wilayah pasar kaget.
Kota Curup adalah salah satu kota yang terletak di Provinsi Bengkulu kabupaten Rejang lebong dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dalam hal pemasaran hasil usaha taninya, oleh petani dijual di beberapa pasar seperti pasar pematang gubernur atau biasa disebut pasar kaget,pasar minggu,pasar panorama. Salah satu pasar cukup ramai yakni pasar kaget.Kondisi pasar dan luas pasar sering kali membuat pedagang dan penjual hasil pertanian mengalami kesulitan dalam penjualan. Selain itu, infrastruktur dan juga lingkungan sekitar pasar.
Berdasarkan uraian dia atas, penulis ingin mengkaji lebih dalam lagi mengenai permasalahan kondisi pasar kaget tersebut dalam

Rumusan Masalah


Bagaimana keadaan infrastruktur di pasar kaget?
Apa kendala yang dihadapi oleh pembeli dan penjual di pasar kaget?
Apa dampak dari minimnya pembangunan di pasar kaget?

Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui keadaan infrastruktur di pasar kaget
Untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh pembeli dan penjual di pasar kaget
Untuk mengetahui dampak dari minimnya pembangunan di pasar 

BAB II TNJAUAN PUSTAKA
Indonesia merupakan negara agraris yang hanya ada dua musim sehingga pertanian sangat cocok di negara ini. Dikarenakan sumber daya manusia yang kurang berkualitas dan kurangnya pengetahuan petani indonesia sehingga produk yang dihasilkan masih kurang.
Menjalani kegiatan pertanian bukan hanya sebatas memproduksi atau melakukan kegiatan pertanian, baik budidaya tanaman maupun beternak sehingga memperoleh hasil pertanian yang berlimpah. Tetapi dibalik itu, bagaimana pasaran untuk hasil usaha tani agar pertanian tersebut dapat menguntungkan dari segi ekonomi. Produktivitas pertanian yang tinggi akan menjadi sia- sia jika tidak sepenuhnya dapat diserap oleh pasar. Oleh karena itu, pemasaran untuk hasil usaha tani menjadi kata kunci dalam kegiatan pertanian.
Untuk hasil-hasil itu perlu ada pasaran serta harga yang cukup tinggi guna membayar kembali biaya-biaya tunai dan daya upaya yang telah dikeluarkan petani sewaktu memproduksikannya. Kebanyakan petani harus menjual hasil-hasil usaha taninya sendiri atau di pasar setempat. Karena itu, perangsang bagi mereka untuk memproduksi barang-barang jualan, bukan sekedar untuk dimakan keluarganya sendiri, lebih banyak tergantung pada harga setempat. Harga ini untuk sebagian tergantung pada efisiensi sistem tataniaga yang menghubungkan pasar setempat dengan pasar di kota-kota,( Arafandi 2017).
Namun, minimnya infrastruktur pasar mengganggu aktifitas jual beli. Sehingga dibutuhkannya pembangunan terhadap infrastruktur tersebut. Menurut (Asteryna, 2013), pembangunan diartikan sebagai suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan terencana yang dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa
Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi.Dari alokasi pembiayaan publik dan swasta, infrastruktur dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah. Secara ekonomi makro ketersediaan dari jasa pelayanan infrastruktur mempengaruhi marginal productivity of private capital, sedangkan dalam konteks ekonomi mikro, ketersediaan jasa pelayanan infrastruktur berpengaruh terhadap pengurangan biaya produksi. Infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada

lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran nyata dan terwujudnya stabilisasi makro ekonomi, yaitu keberlanjutan fiskal, berkembangnya pasar kredit, dan pengaruhnya terhadap pasar tenaga kerja (juwaryah, 2018).
Pelaksanaan otonomi daerah merupakan titik fokus yang penting dalam rangka memperbaiki kesejahteraan rakyat. Pengembangan suatu daerah dapat disesuaikan oleh pemerintah daerah dengan potensi dan kekhasan daerah masing masing. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi pemerintah daerah untuk membuktikan kemampuannya dalam melaksanakan kewenangan yang menjadi hak daerah. Maju atau tidaknya suatu daerah sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemauan dari pemerintah daerah itu sendiri. Pemerintah daerah bebas berkreasi dan berekspresi dalam rangka membangun daerahnya, tentu saja dengan tidak melanggar ketentuan hukum yaitu perundang-undangan. (Ranadhan, 2018)
Seperti yang disebutkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2008 Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar dimana fungsinya adalah melayani masyarakat disekitarnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BAB III METODA PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Pasar Pematang Gubernur “ Kaget”, Bengkulu, Provinsi Bengkulu


Metode kerja
Metode penelitian yang
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitataif deskriptif analitis. Tujuan dari metode penelitian deskriptif analitis ini adalah untuk mendapatkan data yang mendalam mengenai keadaan pasar kaget.

BAB IV PEMBAHASAN
Menurut sebagian orang, pasar tradisional adalah tempat yang bising serta kotor. Banyak sekali tanggapan yang bernilai negative yang ditujukan terhadap pasar pasar tradisional. Padahal, pasar tradisional memegang peranan yang sangat besar terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini karena pada umumnya petani dan pembeli produk hasil usahatani bertransaksi di pasar. Pasar dalam hal ini adalah pasar tradisional khusus pertanian. Dimana, dipasar ini, para petani menjual hasil pertaniannya yang berasal dari beberapa desa yang dianggap terjangkau untuk pergi ke pasar tersebut. Hal tersebut ditempuh para petani guna mendapatkan harga yang pantas dengan hasil usahatani mereka. Untuk sampai di pasar, banyak hal yang harus direlakan para petani untuk membawa hasil usahataninya yakni waktu penjualan, biaya angkutan serta tenaga untuk mengangkat barang. Namun meskipun begitu, petani tetap merasa bahagia saat mereka bisa menjual hasil usahataninya dengan harga yang layak.
Pasar akan menjadi tempat yang nyaman bagi para pembeli dan juga penjual jika pasar tersebut memiliki infrastruktur yang baik mulai dari luas pasar, atap serta jalan dan alas pasar tersebut. Hal tersebut lah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah setempat terutama daerah yang potensi pertaniannya sangat mendukung. Karena pembangunan infrastruktur pasar adalah salah satu hal yang harus di laksanakan oleh pemerintah.
Hasil-hasil pertanian tersebut dijual dengan beberapa cara salah satunya timbang kilo di pasar. Untuk penjualan hasil pertanian secara per kilonya, petani memiliki tujuan penjualan yakni kepada pengepul di daerah masing masing, pasar khusus untuk menjual hasil pertanian maupun langsung ke pasar induk di Bengkulu. Hal ini karena untuk mendapatkan untung yang jauh lebih besar karena harga jual dibengkulu jauh lebih tinggi dibanding di pasar daerah tersebut. Hal ini karena adanya keterbatasan waktu penjualan hasil panen dan ada juga anggapan masyarakat desa bahwa terlalu banyak waktu yang terbuang untuk pergi ke pasar atau langsung kebengkulu. Sehingga dominan petani menjual hasil taninya ke pengepul walaupun harga lebih murah namun petani merasa lebih mendapat untug jika diperkirakan dengan waktu yang terbuang.
Pasar kaget adalah salah satu pasar pertanian kecil di tanah kota bengkulu. Sehingga tidak sedikit petani yang menjual hasil usahataninya ke pasar kaget. Selain luas, pasar ini juga beroprasi setiap hari sehingga tidak ada kendala waktu yang dialami petani karena tutupnya pasar. Kendati demikian, pasar ini masih jauh dari kata nyaman untuk menjual maupun membeli hasil pertanian. Dimana semuanya bergantung pada cuaca, panas atau hujan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi lapak dan jalan pasar yang masih sangat minim. Dimana jalan tersebut akan sangat becek saat hujan sehingga mobil yang hendak dan atap lapak pedagang banyak yang bocor sehingga para pembeli merasa terganggu .Selain itu para petani maupun pembeli yang hendak masuk ke pasar ini juga sangat kesulitan

karena harus melewati jalan licin dan becek terlebih dahulu. 
Kondisi alas dari pasar tersebut juga sangat memprihatinkan. Karena hanya terbuat dari bebatuan tanpa aspal yang sekarang sudah sangat rusak sehingga pada saat hujan sehingga ada beberapa tempat genangan air. Hal tersebut tentu sangat merugikan bagi semua pihak dimana petani akan mengalami kerugian karena barang yang hendak ia jual kotor bahkan rusak untuk beberapa hasil pertanian sehingga harga yang ditawarkan akan menurun. Hal tersebut tentu saja menurunkan minat konsumen untuk membeli hasil pertanian tersebut khususnya sayur-sayuran.
Hal inilah yang kadang disesali oleh rakyat terhadap kinerja pemerintah daerah. Dimana tempat untuk pemasaran hasil usahatani rakyatnya kurang memadai. Sehingga para petani dan pembeli hasil usahatani sangat berharap supaya pemerintah bisa memandang pentingnya pasar dan memberikan partisipasi dalam pembangunanya.

BAB V PENUTUP
Kesimpulan

Dari pengamatan yang tlah dilakukan dapat disimpulkan bahwa

Kita dapat mengetahui keadaan infrastruktur di pasar kaget
Kita telah mengetahui kendala yang dihadapi oleh pembeli dan penjual di pasar kaget 
Kita dapat mengetahui dampak dari minimnya pembangunan di pasar kaget

Saran

Saran bagi para petani seta pembeli agar menyampaikan aspirasi kepada pemerintah terkait keadaan pasar.
Saran bagi pemerintah agar pemerintah lebih memperhatikan keadaan pasar demi kepentingan rakyat.
TINJAUAN PUSTAKA



Ramadhan, gilang,dkk. 2018. Evaluasi kebijakan pembangunan pasar tani doi kabupaten

bintan ( studi pasar tani, kecamatan toapaya kabupaten bintan).tajung pinang : UMRAH (http://repository.umrah.ac.id/2095/ diakses pada 2020)

Sijabat Sahat. 2015. Makalah Mata Kuliah Ekonomi Pertanian (Online) diakses pada tanggal
2 Desember 2020. http://sahatsijabat22.blogspot.co.id/2015/05/makalah-mata-kuliah- ekonomi-pertanian_74.html



steryna Anandita, Moch.Saleh dan Minto Hadi. 2013. “Pelaksanaan PembangunanSarana Prasarana Lingkungan Sebagai Wujud Program Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Dinoyo Kota Malang” dalam Jurnal administrasi Publik (JAP), Vol.1 No.5. Hal.853-861.
Juwariyah, nurul. 2018.kajian pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di kawasan pasar bunga kalisari
semarang. Semarang:UNES

LAMPIRAN

Kondisi Pasar Sebelum Hujan



Kondisi pasar setelah hujan




Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU