PEMANFAATAN LAHAN SEBAGAI WISATA TAMAN BUNGA DAN TANAMAN HIDROPONIK DI KELURAHAN SAWAH LEBAR

Penulis : Nabila Dwi Farisha (E1D021097) 


PENDAHULUAN

Lahan (land) merupakan suatu wilayah di permukaan bumi, mencakup semua komponen biosfer yang dapat dianggap tetap atau bersifat siklis yang berada di atas dan di bawah wilayah tersebut, termasuk atmosfer, tanah, batuan induk, relief, hidrologi, tumbuhan dan hewan, serta segala akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia di masa lalu dan sekarang; yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap penggunaan lahan oleh manusia pada saat sekarang dan di masa akan datang (Brinkman dan Smyth, 1973; Vink, 1975; dan FAO, 1976).

Taman bunga  adalah taman apapun dimana bunga ditanam dan dibesarkan. Karena masa mekar bunga beragam sepanjang tahun, dan beberapa tanaman mengering pada setiap musim dingin, taman bunga dapat mengatur susunan permekaran dan kombinasi warna yang konsisten sepanjang musim.

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam dengan menggunakan media tanam selain tanah, seperti batu apung, kerikil, pasir, sabut kelapa, potongan kayu atau busa. Hal tersebut dilakukan karena fungsi tanah sebagai pendukung akar tanaman dan perantara larutan nutrisi dapat digantikan dengan mengalirkan atau menambah nutrisi, air dan oksigen melalui media tersebut.

METODE PENULISAN

            Dalam penulisan artikel ini, penulis menggunakan dari pengalamannya sendiri terkait pembangunan pertanian yang ada di keluarahan sawah lebar ini sendiri. Artikel ini di tulis dengan metode deskriptif yang di tambahkan dari beberapa sumber dari internet.

PEMBAHASAN

            Pemanfaatan pembangunan ini di buat dengan memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi ekologis, fungsi ekonomi, fungsi sosial,dan fungsi estetika.


Fungsi ekologis disebutkan karena dengan adanya tanaman hidroponik udara menjadi lebih bersih, tanamannya juga lebih asri dan mudah untuk di rawat, dan tanaman tidak membutuhkan beberapa biaya tambahan.

Fungsi ekonomi yaitu karena pada saat kita ingin memasuki kawasan taman bunga itu sendiri, kita harus mengeluarkan biaya sebesar Rp5.000 rupiah untuk orang dewasa dan Rp2.500 rupiah untuk anak-anak.Hal ini dapat dikatakan bahwasanya dengan banyaknya pengunjung yang datang ke tempat pemanfaatn pembangunani ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi terhadap si pemilik.



Fungsi sosial dapat dikatakan, dengan banyaknya pengunjung yang datang kesana akan memberikan dampak kita terhadap sosial yaitu kita bisa berinteraksi dengan beberapa pengunjung.

Fungsi estetika dapat dikatakan karena dengan adanya pemanfaatan lahan yang menjadikan taman bunga yang bervariasi warna, hal itu dapat menjadikan tempat tersebut terkesan lebih ceria dan memberi sebuah ke estetikan.

KESIMPULAN

            Pemanfaatan pembangunan ini dapat di simpulkan bahwasanya dengan adanya pemanfaat lahan ini dapat memberikan beberapa keuntungan terhadap si pemilik. Tidak hanya pemilik tetapi pengunjung pun juga merasa kepuasan yang diberikan terhadap pemanfaat pembangunan lahan ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

IIda. 2014.PEMANFAATAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO Vol. 1.No.2

Juhadi.2004. POLA-POLA PEMANFAATAN LAHAN DAN DEGRADASI LINGKUNGAN PADA KAWASAN PERBUKITAN.Semarang. Geografi - FIS UNNES



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU