Pemanfaatan Sistem Hidroponik dengan Teknologi Green House dalam Upaya Pembangunan Pertanian bagi Petani Lempuing, Kota Bengkulu

Dwi Putri Anggraini (E1D021011)

PENDAHULUAN

            Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian sebagai sumber penghasilan bagi beberapa masyarakat, karena sebagian besar kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Para petani biasanya menggunakan tanah untuk media.

            Dalam mengembangkan hasil pertaniannya. Hal tersebut sudah menjadi hal biasa dikalangan dunia pertanian. Melihat banyaknya lahan yang tidak dipakai oleh masyarakat untuk lahan pertanian, maka saat ini ada cara lain untuk memanfaatkan lahan sempit sebagai usaha untuk mengembangkan hasil pertanian, yaitu dengan cara bercocok tanam secara hidroponik.

            Hidroponik adalah lahan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, sehingga hidroponik merupakan aktivitas pertanian yang dijalankan dengan menggunakan air sebagai medium untuk menggantikan tanah. Sehingga sistem bercocok tanam secara hidroponik dapat memanfaatkan lahan yang sempit. Pertanian dengan menggunakan sistem hidroponik memang tidak memerlukan lahan yang luas dalam pelaksanaannya, tetapi dalam bisnis pertanian hidroponik layak dipertimbangkan mengingat dapat dilakukan di pekarangan rumah, atap rumah maupun lahan lainnya.

METODE PENULISAN

            Tulisan ini ditulis dengan menggunakan metode deskriptif dimana metode deskriptif itu sendiri merupakan metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu informasi yang sedang berlangsung, bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang terjadi sebagaimana mestinya pada saat pengamatan dilakukan dan penulis dapat menyimpulkan dengan menggunakan berbagai sumber atau literatur yang digunakan.

PEMBAHASAN

            Hydroponic secara harfiah berarti Hydro = air, dan phonic = pengerjaan. Sehingga secara umum berarti system budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrient. Budidaya hydroponik biasanya dilaksanakan di dalam rumah kaca (greenhouse) untuk menjaga supaya pertumbuhan tanaman secara optimal dan benar – benar terlindung dari pengaruh unsur luar seperti hujan, hama penyakit, iklim dan lain–lain.

Keunggulan dari beberapa budidaya dengan menggunakan sistem hydroponic antara lain: (1) Kepadatan tanaman per satuan luas dapat dapat dilipat gandakan sehingga menghemat penggunaan lahan. (2) Mutu produk seperti bentuk, ukuran, rasa, warna, kebersihan dapat dijamin karena kebutuhan nutrient tanaman dipasok secara terkendali di dalam rumah kaca. (3) Tidak tergantung musim/waktu tanam dan panen, sehingga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pasar.

Lempuing, merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kota Bengkulu yang masih mengandalkan sektor pertanian untuk mensejahterakan masyarakat dan petani di daerahnya. Masyarakat Lempuing sendiri masih sangat sering bercocok tanam walaupun lahan yang tersedia sangat terbatas. Dengan keterbatasan akan lahan maka masyarakat dan petani yang berada di Lempuing mengembangkan sistem budidaya hidroponik dengan menggunakan green house di daerah mereka.

Hidroponik dengan menggunakan green house di Lempuing

Sistem budidaya hidroponik dengan menggunakan green house ini sendiri sudah lumayan lama dikembangkan  oleh warga Lempuing yaitu sekitar kurang lebih 3 tahun lalu. Hidroponik green house ini berfokus pada tanaman sayuran dan buah melon. Sehingga para petani dan masyarakat sekitar dapat melakukan usaha tani dengan menggunakan lahan yang sempit dan dapat mensejahterahkan para petani dan masyarakat dengan dikembangkannya system budidaya hidroponik ini sendiri serta dapat menambah ilmu baru bagi para petani dan masyarakat di daerah tersebut.

Para petani biasanya melakukan berbagai kegiatan untuk menunjang produksi sayuran dan buah melon didalam green house hidroponik tersebut dan tak jarang pula masyarakat sekitar untuk membantu dalam proses produksi tersebut. Sehingga para masyarakat biasanya sering mempromosikan atau bahkan membeli sendiri hasil dari produksi hidroponik green house tersebut.

Dengan dikembangkannya system budidaya hidroponik dengan green house atau rumah kaca tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan para petani terkhususnya di daerah Lempuing dan dapat meningkatkan pemasukan masyarakat Lempuing itu sendiri serta dapat meningkatkan kualitas dari produksi pertanian sebelumnya tanpa menggunakan system hidroponik.

KESIMPULAN

Dari pembangunan pertanian dengan menggunakan system budidaya hidroponik green house itu sendiri dapat bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan petani disekitar dan menambah pemasukan bagi warga sekitar serta dapat meningkatkan kualitas dari produksi pertanian sebelumnya yang tanpa menggunakan system budidaya hidroponik.

SARAN

            Disarankan untuk masyarakat Lempuing dan para petani untuk dapat memanfaatkan system budidaya pertanian yang baru yang ada di daerah mereka agar dapat memaksimalkan produksi yang sedang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Roidah, Ida Syamsu. 2014. “Pemanfaatan Lahan dengan Menggunakan Sistem Hidroponik.” Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO. 1(2) : 143-144

Tando, Edi. 2019. “Pemanfaatan Teknologi Green House dan Hidroponik Sebagai Solusi Menghadapi Perubahan Iklim dalam Budidaya Tanaman Holtikultura.” Jurnal Buana Sains. 19(1) : 91-102



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU