PEMBANGUNAN JALAN USAHATANI DI BENGKULU SELATAN

 Penulis: Hesvi Meska Oktapia (E1D021005) 


PENDAHULUAN

        Pembangunan adalah upaya manusia untuk mengelola sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup manusia itu sendiri, begitupula pada sektor pertanian. Pembangunan Jalan Usaha Tani sangat dibutuhkan oleh para petani agar memudahkan petani untuk sampai ke lokasi pertanian dengan nyaman dan aman. (Dinata dkk, 2021).

     Pembangunan pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan, produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah jumlah modal dan skill, untuk memperbesar turut campur tangannya manusia didalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Dalam konteks pertanian berkelanjutan pada dasarnya berarti kemampuan untuk tetap produktif sekaligus tetap mempertahankan basis sumber daya.(Sudalmi, 2010).

           Pembangunan Jalan usaha tani atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan) untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan, atau pasar.(wikipedia). 

TUJUAN

Jalan Usaha Tani sendiri bertujuan untuk mempermudah akses para petani dalam memperluas jalur distribusi hasil pertanian serta meningkatkan pendapatan petani. 

METODE

        Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif. Yaitu teknik pengumuman data di dapat dari internet, selanjunya data dianalisis dengan model analisis deskriptif eksploratif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. 

PEMBAHASAN

       Salah satu peranan penting dalam pertanian adalah pembangunan infrastruktur yang tengah diupayakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupa Jalan Usaha Tani (JUT). Salah satu penerima manfaat jalan usahatani adalah para petani di Kabupaten Bengkulu Selatan. 



      Menurut Suminar,(2018) Salah satu upaya untuk mengembangkan sektor pertanian adalah dengan meningkatkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai, di antaranya melalui pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT). Dengan adanya pengembangan JUT diharapkan dapat mendorong kelancaran distribusi pada kawasan pertanian.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menambahkan, prasarana dan sarana pertanian pada era pertanian modern memang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, hal tersebut berpengaruh positif terhadap peningkatan produktivitas petani. "Untuk memenuhi persyaratan penggunaan alsintan serta pengangkutan sarana produksi dan hasil panen diperlukan fasilitas jalan, jembatan, serta kelengkapannya yang memadai,".

      Majunya sistem pertanian tak hanya ditandai dengan penggunaan alsintan saja, tetapi juga meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan para petani. Dalam konteks sistem pertanian modern, diperlukan penambahan maupun penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian yang dapat menunjang penggunaan alsintan. Selain itu, diperlukan pula penyempurnaan prasarana dan sarana pertanian untuk mengangkut sarana produksi pertanian (saprodi) dan hasil pertanian, baik dari maupun menuju lokasi. Jalan usaha tani ini akan mempermudah akses alsintan menjangkau areal persawahan. Jalan pertanian ini akan memutus cost produksi yang besar dan memberi banyak manfaat untuk petani. 

         Di Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Pertanian akan membangun sejumlah ruas jalan sentra produksi. Untuk tahun 2019 anggaran diplot sebesar Rp3,2 Miliar. Pembangunan jalan sentra produksi nantinya akan tersebar di sembilan kecamatan. Yakni Pino Raya, Ulu Manna, Pino, Seginim, Kedurang, Kedurang Ilir, Air Nipis, Bungamas dan Manna. Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu Dinas Pertanian Bengkulu Selatan telah membangun 21 ruas Jalan Sentra Produksi (JSP). Terdiri dari sembilan titik merupakan peningkatan dan 12 titik pembuatan jalan baru dengan pagu anggaran Rp3,5 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkulu Selatan.(Mc Bengkulu Selatan). 

KESIMPULAN

       Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembangunan Jalan Usahatani sangat mempermudah para petani dan meningkatkan produktivitas karena akses jalan yang lancar sehingga mempermudah untuk mengankut saran produksi pertanian dan hasil pertanian baik dari maupun menuju lokasi. 


DAFTAR PUSTAKA

Dinata, I Wayan Wahyu , Made Suwitra & I Nyoman Sutama. 2021.PENGADAAN TANAH  BAGI PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI DI DESA ADAT SAREN, KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM. Jurnal Referensi Hukum. 2(2) :435-441

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jalan_usaha_tani

Mc Bengkulu Selatan.2019.Anggarkan Rp3,2 Milyar Untuk Pembangunan Jalan Sentraproduksi. Diakses pada:12 Oktober 2022Link:https://mediacenter.bengkuluselatankab.go.id/2019/01/10/anggarkan-rp32-milyar-untuk-pembangunan-jalan-sentra-produksi/

Suminar, Ratna Eka. 2018.DAMPAK PENGEMBANGAN JALAN USAHA TANI (JUT) PADA KAWASAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Jurnal perencanaan wilayah dan kota. 7(1) :81-88.

Sudalmi, Endang Sri. 2010.Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Inovasi Pertanian. 9(2) :40-51.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU