PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN MELALUI SWASEMBADA PANGAN DALAM LINGKUP USAHA AGRIBISNIS DI SUKAKARYA KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN

 Penulis: Nissa Dila Yuliana (E1D021045)


PENDAHULUAN

Pertanian merupakan salah satu sektor/bidang perusahaan dengan lima subsektor agribisnis yang merupakan lapangan usaha bagi masyarakat indonesia guna memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan terhadap pangan adalah salah satu kebutuhan asasi manusia. Bahan pangan berkembang menjadi komoditas perdagangan strategis sehingga proses produksi pangan merupakan kegiatan manusia yang sangat penting. Produksi pangan merupakan salah satu faktor penentu dalam eksistensi suatu bangsa. Oleh karena itu budidaya pertanian tidak lagi terbatas pada menghasilkan pangan, melainkan juga berimplikasi pada aspek yang luas, termasuk berkembangnya konsep pembangunan pertanian (Yuwono dkk, 2018).

Konsep pembangunan pertanian yaitu proses yang ditujukan untuk pertumbuhan dengan selalu bertambahnya produksi pertanian, sekaligus meningkatkan pendapatan dan produktivitas setiap petani. Pembangunan tidak hanya pertumbuhan saja, akan tetapi juga harus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Aspek pembangunan pertanian mencakup banyak aspek, mulai dari aspek teknis produksi dengan berbagai dimensinya, aspek pemasaran pada skala lokal, nasional, bahkan global, juga mencakup aspek sumber daya manusia yang terlibat dalam lini pembangunan pertanian (Pasaribu dkk, 2022).

            Petani atau pelaku ekonomi lain bekerja berdasarkan ekspektasi untuk memperoleh tambahan pendapatan yang lebih tinggi. Pada tataran empiris, operasionalisasi dari kriteria peningkatan kesejahteraan masyarakat sangat beragam. Pembangunan pertanian dikatakan berhasil apabila telah mampu menjadi pengganda pendapatan (income multiplier) dan pengganda lapangan kerja (employment multiplier) bagi sektor perekonomian secara umum (Bustanul Arifin 2013).

            Di wilayah Sukakarya Musirawas ini proses pembangunan pertanian dalam lingkup ketahanan pangan sudah mulai digiatkan namun masih belum optimal. Berbagai upaya dan strategi yang direncanakan harapannya mampu membuat masyarakat di wilayah Sukakarya Musirawas lebih maju dan sejahtera terutama di sektor ketahanan pangannya.

           

METODOLOGI

Metode penulisan yang digunakan adalah dengan metode deskriptif analisis dan pengumpulan  data dan informasi yang menjadi tempat pembangunan merupakan tempat tinggal penulis.Selain itu narasumber juga berasal dari masyarakat di wilayah Sukakarya Musirawas Sumatera Selatan. Metode ini dengan menggambarkan dan menjelaskan data informasi yang sebenarnya ada dilapangan terkait topik yang sedang dikaji.


PEMBAHASAN

Sumatera selatan merupakan salah satu wilayah produsen utama produk pertanian. Dimana memliki peran strategis untuk memajukan pembangunan pertanian dalam rangka peningkatan pendapatan kesejahteraan petani dan pelaku ekonomi terkait lainnya. Sumatera selatan sebagai lumbung pangan mempunyai arti sebagai pemasok dan penyedia cadangan pangan serta hasil pertanian lainnya, baik dalam bentuk segar maupun agroindustri, dimana masyarakatnya tidak hanya berkecukupan pangan namun juga memiliki daya beli dan kemudahan mengakses pangan sehingga memiliki ketahanan pangan yang mantab dan tingkat pendapatan yang layak.

Maka dari itu, pembangunan ketahanan pangan melalui swasembada pangan di Sukakarya Musi Rawas Sumatera Selatan merupakan serangkaian aktivitas terpadu di bidang pertanian dalam kerangka sistem dan usaha agribisnis untuk mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja, ekspor sektor pertanian, menanggulangi kemiskinan, peningkatan pendapatan dan memacu revitalisasi pedesaan serta memantapkan ketahanan pangan masyarakat di Sukakarya Musirawas.

Melihat potensi di wilayah Sukakarya Musirawas yang kaya akan budidaya tanaman padi, hortikultura dan perkebunan seperti karet dan sawit serta perternakannya merupakan potensi yang masih sangat terbuka untuk ditingkatkan baik melalui ekstensifikasi, intensifikasi dan peningkatan efisiensi dan kualitas hasil panen yang juga didukung oleh ketersediaan lahan dan sistem irigasi perairan yang memadai di kawasan Sukakarya Musirawas Sumatera Selatan.




Sistem dan usaha agribisnis sudah mulai diimplementasikan di wilayah Sukakarya Musirawas ini dengan menggunakan 4 prinsip yaitu berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan desentalistis. Pemantapan usaha agribisnis ini bermakna pengembangan usaha rumah tangga bidang pertanian yang bergerak disubsitem hulu hingga hilir, peningkatan kuantitas, kualitas manajemen, dan memanfaatkan peluang pasar hingga tercapainya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di wilayah Sukakarya Musirawas.

            Dalam jangka menengah pemerintah setempat telah menetapkan upaya pencapaian target produksi dari berbagai komuditas penting seperti beras, jangung, karet dan sawit. Upaya ini diwujudkan dengan penyusunan master plan yang melibatkan tenaga ahli dan stakeholder yang terkait dengan aktivitas pembangunan pertanian yang terpadu dan berkelanjutan.

Strategi dalam membangun sistem ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada peningkatan sumberdaya manusia melalui pemberdayaan masyarakat di wilayah Sukakarya Musirawas. kegiatan ini mampu membuat masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan mereka secara mandiri. Sustainabilitas dari aspek sumber daya manusia dilihat dari masyarakat di wilayah Sukakarya Musirawas yang dapat berkembang tidak hanya mampu untuk menghasilkan produk bahan baku pangan saja melainkan juga dapat berdaya saing melalui pemberdayaan dan perubahan pola pikir. Saat ini telah diberdayakan beberapa kelembagaan daerah agar dapat berkelanjutan antara lain Kelompok Afiniyas (KA), Lembaga Keuangan Desa (LKD), dan Tim Pangan Desa (TPD).

 

Hal yang terpenting dari pembangunan ketahanan pangan melalui swasembada pangan dalam lingkup usaha agribisnis di Sukakarya Musi Rawas ini adalah, kita tidak hanya melihat output dan target yang akan dicapai saja melainkan juga outcome atau manfaat jangka panjang dari pembangunan ini ke lingkungan masyarakat secara luas. Selain itu salah satu tujuannya adalah untuk mengentaskan kemiskinan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat lokal, dan peningkatan pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah Sukakarya Musirawas Sumatera Selatan.

 

KESIMPULAN

Pembangunan Ketahanan Pangan Melalui swasembada pangan dalam lingkup usaha agribisnis di Sukakarya Musi Rawas merupakan kegiatan dimana bertujuan untuk mempercepat pembangunan pertanian diwilayah pedesaan, khususnya dalam memantapkan ketahanan pangan masyarakat diwilayah Sukakarya Musirawas. Selain ketahanan pangan, penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat juga merupakan prioritas dari pembangunan ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, B. (2013). Ekonomi Pembangunan Pertanian. Bogor: PT Penerbit IPB Press Kampus IPB Taman Kencana.

Pasaribu, Dippu. dkk. (2022). Pembangunan Pertanian. Yogyakarta: Bintang Semesta Media.

 Yuwono, T., dkk. (2018). Pembangunan Pertanian: Membangun Kedaulatan Pangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU