Pembangunan Pertanian dan Pedesaaan di sekitar Taman Hutan Raya Rajo Lelo di Desa Tanjung Terdana, Bengkulu Tengah

 Penulis : A AJI RIZQI AGUNG CAHYADI (E1D021089)


        Pertanian adalah suatu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan pada proses pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Pertanian dalam arti sempit dinamakan pertanian rakyat. Sedangkan, pertanian dalam arti luas meliputi pertanian dalam arti sempit, kehutanan, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Secara garis besar, pengertian pertanian dapat diringkas menjadi empat komponen yang tidak terpisahkan. Keempat komponen tersebut yaitu proses produksi, petani atau pengusaha pertanian, tanah tempat usaha, dan usaha pertanian. Sektor pertanian merupakan sektor yang dapat diandalkan dalam pemulihan perekonomian nasional, mengingat sektor pertanian terbukti masih dapat memberikan kontribusi pada perekonomian nasional walaupun badai krisis menerpa. Hal ini dikarenakan terbukanya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan tingginya sumbangan devisa yang dihasilkan. 

        Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri, atau desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.Kawasan perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa, pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. 

        Pertanian dan pedesaan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Desa sebagai tempat untuk menetap atau bermukim memang erat berhubungan dengan pertanian. Sebab, cocok tanam berbeda dengan perburuan memaksa orang tinggal di suatu tempat untuk memelihara tanaman dan menunggui hasil panenanya. 

        Pembangunan Pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selau menambah produksi prtanian untuk menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan.Secara luas pembangunan pertanian bukan hanya proses atau kegiatan menambah produksi pertanian melainkan sebuah proses yang menghasilkan perubahan sosial baik nilai, norma, perilaku, lembaga, sosial dan sebagainya demi mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang lebih baik. 

        Pembangunan Pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selau menambah produksi prtanian untuk menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Secara luas pembangunan pertanian bukan hanya proses atau kegiatan menambah produksi pertanian melainkan sebuah proses yang menghasilkan perubahan sosial baik nilai, norma, perilaku, lembaga, sosial dan sebagainya demi mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang lebih baik. Pertanian merupakan sektor utama penghasil bahan-bahan makanan dan bahan-bahan industri yang dapat diolah menjadi bahan sandang, pangan, dan papan yang dapat dikonsumsi maupun diperdagangkan, maka dari itu pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan ekonomi. Meningkatkan pembangunan pertanian ditujukan untuk, yang pertama meningkatkan Produksi pangan menuju swasembada karbohidrat non terigu, sekaligus meningkatkan gizi masyarakat melalui penyediaan protein, lemak, vitamin, dan mineral. Yang kedua, meningkatkan tingkat hidup petani melalui peningkatan penghasilan petani. Ketiga, memperluas lapangan kerja disektor pertanian dalam rangka perataan pendapatan. Keempat, meningkatkan ekspor sekaligus mengurangi impor hasil pertanian. Kelima, meningkatkan dukungan yang kuat terhadap pembangunan industri untuk menghasilkan barang jadi atau setengah jadi. Keenam, memanfaatkan dan memelihara kelestarian sumber alam, serta memilihara dan memperbaiki lingkungan hidup. Ketujuh, meningkatkan pertumbuhan pembangunan pedesaan secara terpadu dan serasi dalam kerangka pembangunan daerah. Tujuan akhir dari pembangunan semesta ini adalah terciptanya masyarakat yang adil, makmur, baik material maupun spiritual yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa, maka dari itu pembangunan pertanian yang merupakan bagian dari pembangunan ekonomi harus selau diarahkan agar dapat tercapainya tujuan akhir tersebut. Usaha pokok pembangunan pertanian secara terus menerus ditingkatkan melalui kegiatan intensifikasi, ekstensifikasi, dan rehabilitasi. Intensifikasi adalah upaya peningkatan produktivitas sumber daya alam seperti peningkatan penggunaan lahan kering, perairan dan area pasang surut serta pemanfaatan sarana produksi, pestisida, pupuk, air, dan lain-lain. Ekstensifikasi adalah usaha untuk memperluas sumber daya alam seperti memeperluas area panen baik tanaman pangan atau tanaman perkebunan, perluasan area tangkapan ikan, perluasan penanaman rumput untuk pakan ternak, serta memperluas sumber daya lainya. Diversifikasi dilakukan sebagai upaya menciptakan keanekaragaman dalam melakukan usaha tani baik secara vertikal mulai kegiatan produksi hingga pemasaran, maupun horizontal yakni merupakan penyeimbangan antara komoditi dan wilayah. Diversifikasi juga dapat diterapkan dalam pemilihan lokasi pembangunan pertanian sehingga terjadi keseimbangan antara provinsi maju dan provinsi kurang maju. Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan atau mengembalikan kemampuan daya produktivitas sumber daya pertanian yang rusak atau kritis serta membahayakan kondisi lingkungan. Serta memulihkan kemampuan produktifitas usaha tani di daerah rawan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

        Untuk tugas Pembangunan Pertanian dan Pedesaan ini saya mengambil daerah atau tempat yang bernama Tahura atau Taman Hutan Raya yang berada di Kabupaten Bengkulu Tengah. Di daerah Tahura ini terdapat sejumlah lahan sawah di sekitarnya. Usaha pokok pembanguanan yang terdapat di Tahura ini yaitu melalui kegiatan intensifikasi yang bearti upaya peningkatan produktivitas sumber daya alam seperti peningkatan penggunaan lahan kering, perairan dan area pasang surut sera pemanfaatan sarana produksi. Karena pada lahan persawahan di daerah Tahura tersebut terdapat perairan untuk mengaliri sawah berupa irigasi. Jenis irigasi yang ada di sawah ini yaitu irigasi permukaan. Irigasi permukaan merupakan penerapan irigasi dengan cara mendistribusikan air ke lahan pertanian memanfaatkan gravitasi atau membiarkan air mengalir dengan sendirinya di lahan. Tujuan Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan untuk membasahi tanah berkaitan dengan kapasitas kandungan air dan udara dalam tanah sehingga dapat dicapai suatu kondisi yang sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman yang ada di tanah tersebut. Tujuan Tidak Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan yang meliputi : mengatur suhu dari tanah, mencuci tanah yang mengandung racun, mengangkut bahan pupuk dengan melalui aliran air yang ada, menaikkan muka air tanah, meningkatkan elevasi suatu daerah dengan cara mengalirkan air dan mengendapkan lumpur yang terbawa air, dan lain sebagainya. (Zulkarnain, I dan Irwan.S.B. 2019. Pengantar Pengolahan Tanah dan Irigasi. Graha Ilmu: Yogyakarta) 

        Di dalam pembangunan pertanian pun ada syarat-syaratnya, salah satunya yaitu adanya teknologi seperti penggunaan alat-alat pertanian yang sudah modern. Salah satu tujuan dari pembangunan pertanian adalah meningkatkan produksi pertanian, untuk itu dibutuhkan pasaran dengan harga yang cukup tinggi untuk memasarkan hasil produksi tersebut guna mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan petani dalam menjalankan usaha taninya serta meningkatkan pendapatan petani. Di daerah Tahura sendiri, para petani yang ada di sekitr sini sudah mulai menggunakan alat-alat modern dalam mengelolah dan memproduksi lahan mereka. Alat tersebut anyara lain traktor, para petani di sini sudah tidak lagi menggunakan tenaga sapi untuk membajak sawah dan sudah beralih menggunakan traktor untuk membajak sawah. 

        Selain itu juga, ada alat modern untuk merontok padi. Mesin perontok (Power thresher) sebagai alat perontok gabah dari malainya pada batang jerami secara cepat dan efektif dalam meningkatkan mutu dan kuantitas hasil panen. Proses pelepasan butir gabah dari malainya dengan mesin perontok relatif cepat. 

        Di daerah Tahura ini jugadibuka tempat untuk pariwisata untuk masyarakat. Dengan adanya tempat pariwisata tersebut dan membantu dan menumbuhkan perekonomian masyrakat yang ada di sekitar. Para masyarakat dapat berdagang di wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung Tahura ini, 

        Jadi, di daerah sekitaran Taman Hutan Raya Rajolelo yang ada di Bengkulu Tengah ini sudah mulai nampak adanya pembangunana pertanian yang sudah diterapkan oleh para petani di daerah ini. Muali dari penggunaan irigasi sawah untuk mengairi sawah dan juga sudah mulai menggunakan alat-alat modern saat bertani sepeti penggunaan traktor tangan utnuk mengolah dan membajak sawah dan juga telah menggunakan mesin perontok padi untuk merontoh gabah dari malainya. Tak hanya itu, di Tahura ini juga membuka pariwisata yang dapat membangun perekonomian masyarakat di sekitar wilayah Tahura ini. 


DAFTAR PUSTAKA

 A.T Mosher,1991. Menggerakkan dan membangun pertanian, Yasaguna: Jakarta 

Badungkab. 2018. Jenis Irigasi Pertanian yang Ada dan Perlu Diketahui. https://badungkab.go.id/kab/artikel/17716-jenis-irigasipertanian-yang-ada-dan-perlu-diketahui . Diakses 30/11/2021 

Admin bappeda. 2015. Pembangunan Pertanian. https://bappeda.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pemb angunan-pertanian-51 . diakses 30/11/2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU