Pembangunan pertanian di Bengkulu
MAKALAH
PEMBANGUNAN PERTANIAN DI BENGKULU
DISUSUN OLEH :
NAMA :Otniel Assa Sitorus
NPM : E1D019089
KELAS : B
DOSEN : Dr.Reflis.,SP.M.Si
PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PEDESAAN PRODI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU
2022
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, senantiasa kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga penulis diberi untuk menyelesaikan makalah tentang “Pembangunan pertanian dikota Bengkulu ”. Makalah ini ditulis untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah pembangunan pertanian . Ucapan terima kasih penulis sampaikan pada
1.Dr.Reflis,SP.M.Si selaku dosen pembimbing atas bimbingan dan tugas yang diberikan.Pada makalah ini akan dibahas mengenai pembangunan pertanian yang ada di kota Bengkulu . Makalah iniberisi paparan peran masyarakat dalam membangun pertanian yang ada di kota.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih jauh dari sempurna serta kesalahan yang penulis yakini diluar batas kemampuan penulis. Maka dari itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................
1.1 Latar Belakang ...............................................................................................................
1.2 Rumusan masalah ........................................................................................................................
1.3 Tujuan …………………………………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................................
BAB III PENUTUP ..........................................................................................................................
1 kesimpulan .........................................................................................................................
2 saran ..................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................
LAMPIRAN .....................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan pertanian telah memberikan sumbangan besar dalam pembangunan nasional, baik sumbangan langsung seperti dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyrakat, perolehan devisa melalui ekspor dan penekanan inflasi, maupun sumbangan tidak langsung melalui penciptaan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan sektor lain. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran sub sektor pertanian dalam melaksanakan koordinasi dan memberikan fasilitas bagi pelaksanaan pembangunan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat.
Sektor pertanian mempunyai keterkaitan yang erat dengan sektor-sektor lain. Perkembangan sektor-sektor lain sangat tergantung pada produk-produk sektor pertanian bukan saja sebagai kelangsungan suplai makanan yang mengikuti pertumbuhan penduduk tetapi juga sebagai penyediaan bahan baku yang digunakan sektor industri. Selain itu, besarnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian membentuk suatu proporsi yang besar dari jumlah penduduk dalam pasar domestik untuk barang-barang produksi dan konsumsi. Sektor pertanian juga merupakan suatu sumber modal untuk investasi ekonomi wilayah melalui transfer surplus kapital dari sektor pertanian ke sektor-sektor ekonomi lain.Hasil pembangunan yang dilakukan oleh setiap daerah dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB sebagai salah satu alat untuk mengetahui struktur ekonomi suatu wilayah, diyakini masih merupakan indikator penting dalam menentukan arah pembangunan. Dengan memperhatikan besarnya peranan masing-masing sector dalam PDRB suatu wilayah, maka skala prioritas pembangunan pada wilayah tersebut dapat ditentukan.
Sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian Provinsi Bengkulu karena merupakan sektor utama yang memberikan kontribusi terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pada tahun 2010 kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Provinsi Bengkulu adalah sebesar 39.90 persen dengan nilai nominal 7,2 milyar rupiah atas dasar harga berlaku (Bengkulu dalam angka 2011, BPS). Cakupan kegiatan pertanian yang ada di wilayah ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan yaitu pertanian tanaman bahan makanan, hortikuktura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Kedudukan sektor pertanian sebagai leading sektor dalam perekonomian Provinsi Bengkulu masih sulit digeser oleh sekot-sektor lainnya. Fenomena itu terlihat dari relatif besarnya kontribusi sektor pertanian dalam PDRB Provinsi Bengkulu dibandingkan sektor-sektor lainnya. Kota Bengkulu sebagai salah satu wilayah yang berada di pesisir pantai dan juga merupakan ibukota Provinsi Bengkulu, memberikan pengaruh yang besar bagi aktivitas perekonomian Propinsi Bengkulu. Kota Bengkulu merupakan salah satu kota di lepas pantai barat Pulau Sumatera dengan potensi perairan yang besar sebagai jalur lalu lintas laut untuk transportasi barang yang menghubungkan ujung barat Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Posisi geografis Kota Bengkulu yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia berpeluang menjadi jalur lalu lintas internasional untuk keluar masuknya komoditi barang dari dalam dan luar negeri, sehingga mampu berfungsi sebagai pintu gerbang bagi Provinsi Bengkulu dari arah laut. Hal ini juga didukung oleh tersedianya sarana Pelabuhan Laut Pulau Baai yang terletak di wilayah administratif Kota Bengkulu sebagai pintu masuk arus barang dari dalam dan luar daerah serta menjadi pusat bongkar muat barang untuk jalur laut.
Sebagaimana diyakini bahwa sektor pertanian mampu memberikan sumbangsih yangbesar bagi pendapatan daerah Kota Bengkulu. Jika dilihat berdasarkan sub sektornya, maka sub sektor perikanan/kelautan mengungguli dari sub sektor lainnya dalam memberikan sumbangsih bagi pendapatan daerah. Namun belum tentu sub sektor tersebut bisa menjadi basis sub sektor unggulan bagi sektor pertanian di Kota Bengkulu. Perkembangan laju pertumbuhan PDRB Kota Bengkulu kurun waktu terakhir memang menunjukkan adanya peningkatan. Pada tahun 2011 laju pertumbuhan PDRB Kota Bengkulu mencapai 6,66% atas harga konstan. Angka ini naik sebesar 0,3 poin dari persentase laju pertumbuhan PDRB pada tahun 2010, yakni sebesar 6,36% (Bengkulu dalam angka 2012, BPS).
Berdasarkan sajian data tersebut agaknya perlu dikaji apakah sektor pertanian telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah Kota Bengkulu. Untuk selanjutnya dapat pula diteliti sub sektor manakah yang dapat dijadikan basis dan prioritas unggulan dalam sektor pertanian bagi pembangunan pertanian di Kota Bengkulu. Dan pada akhirnya didapatkan informasi dasar potensi mencakup sumber daya dalam tiap subsektor pertanian. Informasi ini beguna bagi para pengambil kebijakan dalam merencanakan pembangunan pertanian yang terpadu di wilayah pesisir Bengkulu.
1.2 Rumusan masalah
Bagaimana membangun pertanian di wilayah kota bengkulu?
Bagainmana membangun sub sektor pertanian dikota bengkulu ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui gambaran profil pembangunan wilayah pertanian di Kota Bengkulu.
2. Mengetahui sub sektor yang menjadi basis dalam sektor pertanian bagi
pembangunan wilayah di Kota Bengkulu.
3. Mengetahui urutan prioritas pembangunan sub sektor pertanian untuk rencana
pengembangan dan pembangunan wilayah pertanian di Kota Bengkulu masa
datang.
BAB II
PEMBAHASAN
Sektor pertanian adalah sektor yang luwes karena mampu memenuhi permintaan bahan makanan dalam negeri dalam proses pembangunan yang merupakan salah satu tujuan pembangunan itu sendiri. Penelitian terdahulu (Arianti, 2011) menyebutkan bahwa subsektor perikanan termasuk dalam kategori subsektor prima berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen pada pembangunan pertanian di Kota Bengkulu. Subsektor prima diartikan sebagai subsektor yang memiliki tingkat pertumbuhan dan kontribusi lebih tinggi disbanding subsektor yang sama di tingkat propinsi. Penelitian tersebut juga merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut tentang subsektor-subsektor di bidang pertanian untuk mendapatkan gambaran yang lebih komperhensif bagi perencanaan pembangunan pertanian di masa mendatang.
Pendekatan Tipologi Klassen hanya salah satu metode analisis yang digunakan untuk mengklasifikasi peran suatu subsektor bagi pembangunan daerah. Usulan penelitian ini menjadi penting kiranya karena akan mengidentifikasi subsektorsubsektor yang menjadi basis pembangunan pertanian di Kota Bengkulu. Selain itu, penelitian ini juga akan mengidentifikasi urutan prioritas pembangunan subsektor pertanian untuk rencana pengembangan dan pembangunan wilayah pertanian di Kota Bengkulu masadatang.
Pendekatan metode analisis yang akan dilakukankan pada penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu, namun masih menggarap ranah yang sama. Dengan adanya variasi / keanekaragaman pendekatan dalam menganalisis, diharapkan semakin melengkapi database yang ada sehingga dapat dijadikan pedoman bagi pengambil kebijakan, terkait perencanaan pembangunan wilayah pesisir Bengkulu.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Sub sektor perikanan memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi PDRB Kota Bengkulu. Pada tahun 2011, sub sektor perikanan memberikan kontribusi sebesar 5,88 persen. Nilai tersebut cukup siginifikan karena empat sub sektor yang lainnya hanya mampu memberikan kontribusi kurang dari 1 persen bagi PDRB Kota Bengkulu.
2. Selama periode tahun 2000 – 2011 dengan menggunakan indikator pendapatan atas dasar harga konstan dan harga berlaku, sub sektor perikanan menjadi basis dan prioritas utama dari pembangunan sektor pertanian di Kota Bengkulu. Hal ini ditunjukkan dari nilai kontribusi terbesar, nilai Location Quotient > 1, dan analisis shift share yang bernilai positif.
SARAN
Sub sektor perkebunan memiliki trend peningkatan nilai kontribusi di setiap tahunnya sehingga menunjukkan bahwa di masa depan sub sektor ini memiliki peluang besar untuk berkembang. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah daerah Kota Bengkulu pada sub sektor ini perlu ditingkatkan karena sub sektor ini berpeluang untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan daerah.
Nilai kontribusi pada sub sektor tanaman bahan makanan menunjukkan tren penurunan selama periode tahun pengamatan. Kondisi ini harus segera diantisipasi oleh pemerintah daerah Kota Bengkulu dengan mengkaji dan mengevaluasi kembali kebijakan yang telah ada, khususnya kebijakan pengembangan sektor ketahanan pan
DAFTAR PUSTAKA
Yanita, Mirawati., dkk. “Analisis Basis Pengembangan Karet di Propinsi Jambi”.
Prosiding Simposium Nasional Ekonomi Karet. Jambi. 2012Arianti, Nyanyu Neti. “Klasifikasi Sub Sektor Pertanian Kabupaten/Kota di Propinsi
Bengkulu (Pendekatan Tipologi Klassen)”. Prosiding Seminar Nasional
dan Rapat Tahunan Dekan Bidang Ilmu-ilmu Pertanian BKS-PTN
Wilayah Barat. Volume II. Sumatera Selatan. 2011
Husena, Cindy. “Analisis Basis Sektor Pertanian Dan Implikasinya Terhadap
Pembangunan Pertanian Di Kabupaten Muaro Jambi”. Fakultas Pertanian
Universitas Jambi. Skripsi (tidak dipublikasikan). Jambi. 2009.
Kasryno, Faisal dan Nizwar Syafa’at. “Strategi Pembangunan Pertanian Yang
Berorientasi Pemerataan Di Tingkat Petani, Sektoral dan Wilayah”. Pusat
Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Badan Penelitian Dan
Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Dan Kehutanan. Bogor.2000.
Mara, Armen., Fitri, Yanuar. “Perencanaan Pembangunan Wilayah”. Fakultas
Pertanian Universitas Jambi. Jambi. 2006.
Mulyono, Sri. “Riset Operasi Edisi Revisi 2007”. Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. 2007.
Richardson, Harry. “Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi Regional”. LP FE UI. Jakarta. 2001.
Saaty._. Expert Choice Tutorial.
“Kota Bengkulu Dalam Angka 2002”. BPS. Kota Bengkulu. 2003-20
LAMPIRAN
Komentar
Posting Komentar