Pembangunan saluran irigasi dan jalan usaha tani demi memajukan pertanian di Rejang Lebong

 Penulis : Ayu Wandira_E1D021052

 

PENDAHULUAN

Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan penting dalam perekonomian nasional dan kelangsungan hidup masyarakat, terutama dalam sumbangan terhadap PDB, Penyedia lapangan kerja dan penyediaan pangan dalam negeri ( Latumaresa,2015). Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidup. Oleh karenanya sektor pertanian adalah sektor yang paling dasar dalam perekonomian yang merupakan penopang kehidupan produksi sektor-sektor lainnya seperti sub sektor perikanan, sub sektor perkebunan,  dan sub sektor peternakan ( Putong, 2005).

Prasarana adalah kelengkapan dasar fisik suatu lingkungan, kawasan, kota atau wilayah (spatial space) sehingga memungkinkan ruang tersebut berfungsi sebagaimana mestinya. Infrastuktur merujuk pada sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas publik yang lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi (Grigg,1988 dalam Kodoatie, 2005 : 8).

Irigasi merupakan sumber bagi ketersediaan air untuk pertumbuhan tanaman, persediaan air yang mencukupi tentu sangat berpengaruh dalam peningkatan produksi. Jika air irigasi cukup maka produksi akan meningkat. Ketersediaan air juga dapat mendukung budidaya tanaman yang di mana perolehan air tersebut dapat berasal dari hujan maupun irigasi, akan tetapi pada saat ketersediaan air hujan terbatas maka irigasi menjadi tulang punggung kegiatan pencapaian produksi tanaman. Di dalam usahatani peran irigasi sangat penting dan sangat di perlukan, peran tersebut akan tergantung juga pada dukungan teknologi lainnya seperti penggunaan benih unggul, pengolahan tanah yang tepat dan benar, pemupukan yang berimbang dan pengendalian hama-penyakit. Keberadaan irigasi ini akan sangat mendukung rantai produksi tanaman dari mulai tumbuh sampai berproduksinya tanaman, dengan demikian tanpa adanya sistem irigasi yang memadai maka sistem produksi pangan tidak dapat berjalan secara maksimal. 5 pilar irigasi yaitu : ketersediaan air irigasi, infrastruktur, manajemen pengelolaan irigasi, kelembagaan/institusi irigasi, dan sumber daya manusia (Murdiana, 2016).

 

METODE PENULISAN

Metode yang digunakan pada penulisan artikel berikut antara lain :

1.       observasi lapangan, yaitu dengan cara pengumpulan data secara langsung kelapangan dengan melakukan proses pengamatan di lapangan.

2.       Untuk melengkapi data maka kita memerlukan informasi dari dokumentasi yang ada hubungannya dengan objek penelitian yang menjadi studi, untuk keperluan ini kita harus melakukan studi dokumentasi (Dokumentasi berupa Foto)

3.       Studi kepustakaan. Data yang digunakan data yang bersifat teoritis, pendapat berbagai ahli dalam berbagai hal yang relevan dengan apa yang sedang kita kaji, konsep-konsep dan operasional tentang ketentuan penelitian dan lain sebagainya, maka penulis memperoleh data melalui studi kepustakaan.


PEMBAHASAN



Seperti diketahui, air merupakan faktor penting dalam pengembangan budi daya pertanian. Tanpa air, produktivitas pada sektor pertanian tidak akan berkembang dengan maksimal. Dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman yang diperoleh dari air hujan, sistem irigasi atau sumber air permukaan menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Irigasi  merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan. Oleh karena itu, sistem irigasi  pada sektor pertanian harus berjalan baik. Sebab, pertanian tidak boleh terganggu oleh faktor apa pun.

Keberadaan irigasi pertanian membuat petani tak khawatir meski memasuki musim kemarau. Sebab, irigasi akan memasok air sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga. Selain penting bagi keberlanjutan sektor pertanian, keberadaan air mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) petani. Ada tiga aspek dari keberadaan irigasi pertanian, yakni produktivitas, peningkatan IP pertanian, dan meningkatnya kesejahteraan petani. Keberadaan irigasi juga menjadi faktor penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitas mereka. Hal tersebut terjadi lantaran irigasi dapat memberikan pasokan air stabil untuk lahan sawah sehingga perkembangan budi daya padi petani bisa berjalan dengan baik.

Irigasi adalah water management dan berfungsi untuk mengatur air, baik air hujan maupun air tanah. Irigasi bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan di sawah, tetapi juga bisa untuk mendukung aktivitas lainnya. Sistem irigasi harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung peningkatan pendapatan petani. Air adalah faktor teknis untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pada akhirnya, kesejahteraan petani juga meningkat jika air pada lahan sawah dapat tercukupi, sebab hal ini akan memperkecil peluang gagal panen.


KESIMPULAN

Tujuan dari pembangunan pertanian adalah meningkatkan produksi pertanian, untuk itu dibutuhkan pasaran dengan harga yang cukup tinggi untuk memasarkan hasil produksi tersebut guna mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan petani dalam menjalankan usaha taninya serta meningkatkan pendapatan petani. Salah satu upaya pembangunan pertanian yang dilakukan di Rejang Lebong ialah dengan pembangunan irigasi dan dilakukannya diversifikasi  pada tanaman. Hal ini dilakukan agar meningkatkan hasil dan pendapatan petani.  

Pembangunan irigasi ini sangat amat diperlukan guna mencukupi kebutuhan air dalam proses penanaman sampai dengan pemanenan. Dengan  adanya irigasi dapat mencegah risiko kegagalan dalam proses pemanenan nantinya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Latumaresa, J, R. (2015). Perekonomian Indonesia Dan Dinamika Ekonomi Global.       Jakarta : Mitra Wacana Media. 308.

      Putong, I. (2005). Teori Ekonomi Mikro. Jakarta : Mitra Wacana Media.

      Murdiana & Fadli. 2016. Peran Irigasi Dalam Peningkatan Produksi Padi Sawah. 

        Universitas Malikussaleh, Aceh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU