Pembangunan Sub Sektor Pertanian Di Grobogan Jawa tengah
Di Susun Oleh : Wahyu Hesti Rusdiana (z1k022083) (PMM)
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pertanian merupakan
sektor ekonomi yang utama di Negara-Negara Berkembang. Peran atau kontribusi
sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara menduduki posisi yang
penting sekali. Hal ini antara lain disebabkan beberapa faktor (Totok
Mardikanto, 2007:3). Pertama, sektor pertanian merupakan sumber persediaan
bahan makanan dan bahan mentah yang dibutuhkan oleh suatu Negara. Kedua
tekanan-tekanan demografis yang besar di negara-negara berkembang yang disertai
dengan meningkatnya pendapatan dari sebagian penduduk menyebabkan kebutuhan
tersebut terus meningkat. Ketiga, sektor pertanian harus dapat menyediakan
faktor-faktor yang dibutuhkan untuk ekspansi sektor-sektor lain terutama sektor
industri. Faktor-faktor ini biasanya berwujud modal, tenaga kerja, dan bahan
mentah. Keempat,sektor pertanian merupakan sektor basis dari hubungan-hubungan
pasar yang penting berdampak pada proses pembangunan. Sektor ini dapat pula
menciptakan keterkaitan kedepan dan keterkaitan kebelakang yang bila disertai
dengan kondisi-kondisi yang tepat dapat memberi sumbangan yang besar untuk
pembangunan. Kelima, sektor ini merupakan sumber pemasukan yang diperlukan
untuk pembangunan dan sumber pekerjaan dan pendapatan dari sebagian besar
penduduk negara-negara berkembang yang hidup di pedesaan (Pratomo, 2010).
Tanaman Pangan adalah semua model tanaman yang di dalamnya ada karbohidrat serta protein sebagai sumber daya manusia.Bagi Kabupaten Grobogan, Sektor Pertanian merupakan sektor primer yang amat strategis, karena memberi kontribusi 43,6% dari PDRB Kabupaten Grobogan setiap tahun. Dengan demikian pendapatan perkapita masyarakat Kabupaten Grobogan amat tergantung pada keberhasilan Sektor Pertanian. Terdapat 7 (tujuh) komoditas utama yang menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat di Kabupaten Grobogan, yaitu: padi, jagung, kedelai, kacang hijau, semangka , melon serta ternak sapi.
1.2 Rumusan
Masalah
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi Sektor Pertanian di
Grobogan Jawa Tengah ?
Apa saja komoditas tanaman pangan yang ada
di Grobogan Jawa Tengah ?
Bagaimana pembangunan pertanian di
Grobogan Jawa Tengah?
Bagaiamana Peran Pembangunan Sub sektor
Pertanian bagi masyarakat Grobogan Jawa Tengah ?
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi Sektor Pertanian di Grobogan Jawa Tengah.
Untuk Mengetahui komoditas tanaman pangan
yang ada di Grobogan Jawa Tengah.
Untuk Mengetahui pembangunan pertanian di
Grobogan Jawa Tengah.
Untuk mengetahui Peran pembangunan Sub
sektor Pertanian bagi masyarakat Grobogan Jawa Tengah.
Bab II
Pembahasan
2.1 Pembangunan Pertanian
Menurut Todaro (2000), peran pertanian dalam
pembangunan ekonomi hanya sebagai sumber tenaga kerja dan bahan-bahan pangan
murah untuk berkembangnya sektor industri. Hal ini berfungsi sebagai unggulan
dinamis dalam strategi pembangunan ekonomi secara keseluruhan.Program
pembangunan pertanian terletak sebagai bagian dari pembangunan nasional
sehingga apa yang menjadi strategi dalam pembangunan nasional harus tercermin
dalam pembangunan pertanian dan pedesaan. Apabila terjadi kegagalan pembangunan
nasional, maka akan membawa imbas terhadap pembangunan pertanian dan pedesaan
(Pranadji, 2003)
2.2 Peranan Sektor Pertanian dalam Pembangunan
Sektor pertanian tidak dipandang sebagai
sektor yang pasif yang mengikuti sektor industri, tetapi sebaliknya.
Pembangunan pertanian didorong dari segi penawaran dan dari segi fungsi
produksi melalui penelitian-penelitian, pembangunan teknologi pertanian yang
terus menerus, pembagunan prasarana sosial ekonomi dipedesaan dan investasi
oleh Negara dalam jumlah yang besar. Pertanian kini dianggap sebagai sektor
pemimpin (leading sector) yang diharapkan mendorong perkembangan sektor lain
(Mubyarto, 1994).Secara tradisional peranan pertanian dalam pembangunan ekonomi
dianggap pasif dan hanya sebagai penunjang. Berdasarkan pengalaman sejarah
negara-negara barat, pembangunan ekonomi tampaknya memerlukan transformasi
struktural ekonomi yang cepat yaitu yang semula mengutamakan kegiatan pertanian
menjadi masyarakat yang lebih kompleks di mana terdapat bidang industri dan
jasa yang lebih modern. Dengan demikian, peranan utama pertanian adalah
menyediakan tenaga kerja dan pangan yang cukup dengan harga yang murah untuk
pengembangan industri yang dinamis sebagai sektor penting dalam semua strategi
pembangunan ekonomi (Todaro, 1994).
2.3 Pembangunan sektor pertanian di Grobogan
Bagi Kabupaten Grobogan,
Sektor Pertanian merupakan sektor primer yang amat strategis, karena memberi
kontribusi 43,6% dari PDRB Kabupaten Grobogan setiap tahun. Dengan demikian
pendapatan perkapita masyarakat Kabupaten Grobogan amat tergantung pada
keberhasilan Sektor Pertanian. Terdapat 7 (tujuh) komoditas utama yang menjadi
tulang punggung pendapatan masyarakat di Kabupaten Grobogan, yaitu: padi,
jagung, kedelai, kacang hijau, semangka , melon serta ternak sapi. Untuk
mendukung pembangunan sektor pertanian maka pemerintah grobogan mengusahakan
dengan cara Mengelola Penggunaan Lahan Pertanian di Kabupaten Grobogan dengan
dilakukan oleh kelompok tani. Jenis tanaman utama yang diusahakan oleh mereka
adalah padi, jagung, dan kedelai, dimana ketiga jenis komoditas ini dinamakan
PAJALE (padi, jagung, ketela). Kegaitan pengelolaan lahan pertanian dilakukan
mulai dari pengolahan lahan yaitu persiapan lahan sebelum musim tanam,
penanaman, perawatan, panen, hingga pasca panen. Dalam mengelola lahan
pertaniannya ada kalanya petani mendapat bimbingan dari instansi pertanian,
melalui kegiatan penyuluhan di bidang pertanian. Melalui kegiatan tersebut
petani mendapatkan transfer teknologi, misalnya penggunaan alat-alat modern
(contoh peralatan modern dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2 ). Peralatan modern
ini bantuan dari dinas pertanian.
Transfer teknologi yang
sampai pada petani tidak sekaligus dapat diserap oleh petani tetapi secara
bertahap, karena para petani telah mempunyai kearifan lokal dalam bercocok
tanan maupun mengolah lahannya. Terlebih dalam bercocok tanam padi para petani
di daerah penelitian menerapkan cara menanam padi JARWO SUPER (Jajar Legowo
Super dengan prinsip menanam dengan memperbanyak tanaman tepi). Pada dasarnya
kelompok tani dalam mengelola penggunaan lahan pertanian terutama pada kegiatan
pasca panen. Kegiatan yang lain misalnya pada saat musim tanam maupun
pemeliharaan tanaman. Pada saat musim tanam para anggota kelompok wanita tani
berperan menanam bibit dan merawat tanaman melalui antara lain penyiangan atau
penyulaman. Penyulaman dilakukan apabila bibit yang ditanam ada yang mati.
Kegiatan penyulaman dilakukan bila beberapa tanaman terjadi gagal tanam atau
tanaman mati setelah beberapa hari ditanam di ladangnya.
(contoh peralatan modern dapat dilihat pada
Gambar 1)
(contoh
peralatan modern dapat dilihat pada Gambar 2 untuk menanam benih jagung)
Bab III
Penutup
3.1
Kesimpulan
pembangunan pertanian adalah suatu bagian integral daripada pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum.Secara luas pembangunan pertanian bukan hanya proses atau kegiatan menambah produksi pertanian melainkan sebuah proses yang menghasilkan perubahan sosial baik nilai, norma, perilaku, lembaga, sosial dan sebagainya demi mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang lebih baik.Pertanian merupakan sektor utama penghasil bahan-bahan makanan dan bahan-bahan industri yang dapat diolah menjadi bahan sandang, pangan, dan papan yang dapat dikonsumsi maupun diperdagangkan, maka dari itu pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan ekonomi. Bagi Kabupaten Grobogan, Sektor Pertanian merupakan sektor primer yang amat strategis, karena memberi kontribusi 43,6% dari PDRB Kabupaten Grobogan setiap tahun. Dengan demikian pendapatan perkapita masyarakat Kabupaten Grobogan amat tergantung pada keberhasilan Sektor Pertanian. Terdapat 7 (tujuh) komoditas utama yang menjadi tulang punggung pendapatan masyarakat di Kabupaten Grobogan, yaitu: padi, jagung, kedelai, kacang hijau, semangka , melon serta ternak sapi. Transfer teknologi yang sampai pada petani tidak sekaligus dapat diserap oleh petani tetapi secara bertahap, karena para petani telah mempunyai kearifan lokal dalam bercocok tanan maupun mengolah lahannya. Terlebih dalam bercocok tanam padi para petani di daerah penelitian menerapkan cara menanam padi JARWO SUPER (Jajar Legowo Super dengan prinsip menanam dengan memperbanyak tanaman tepi). Pada dasarnya kelompok tani dalam mengelola penggunaan lahan pertanian terutama pada kegiatan paska panen.
3.2 Saran
Perlunya sosialisasi lagi
dalam bagaimana cara menggunakan peralatan modern untuk para petani.Terlebih
lagi masih kurang merata pembagian peralatan modern di Kabupaten Grobogan Jawa
Tengah. Dengan adanya alat pertanian yang memadai maka hasil produksi para
petani pasti juga akan meningkat,seiring dengan waktu yang cepat dalam
memproses penanaman komoditas yang akan di tanam. Karena tujuan adanya
peralatan pertanian yaitu untuk dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak yaitu
dapat
mempermudah dan mempercepat dalam proses pengolahan sawah, dapat
menghemat tenaga manusia dan tenaga
hewan karena tidak membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding dengan
menggunakan alat tradisional.
Sehingga bisa menghubungkan dengan tujuan pembangunan pertanian yaitu sama-sama
Meningkatkan pertumbuhan pembangunan pedesaan secara terpadu dan
serasi dalam kerangka pembangunan daerah
Daftar Pustaka
Eldriati, Y., 2011, “Peran Berbagai Jenis Tanaman Tumpangsari Dalam
Pengelolaan Hama Utama Dan Parasitoidnya Pada Kubis Bunga Organik”, Sripsi,
Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang.
Hurni, H., 1997, “Consepts of Sustainable Land Management”, ITC Journal 1997-3/4 Enschede, p 210-215. http://bisnisukm.com. Sekilas Mengenal Potensi Kabupaten Grobogan
https://i.wikipedia.org/wiki/kelompok Tani Sukino, 2013. Membangun Pertanian Dengan Pemberdayaan Msyarakat Tani Terobosan Menanggulangi Kemiskinan. Pustaka Baru Press Yogyakarta. Turindraatp.co.id/2009/12/pengertian-pengertian-kelompok-tani.html, diakses 1-2-2017
Komentar
Posting Komentar