PENGARUH BUDUDAYA TANAMAN KOPI TERHADAP PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KOTA LUBUKLINGGAU BARAT II
Penulis : M. Rifqi Hasani (E1D021054)
PENDAHULUAN
indonesia merupakan salah satu negara
berkembang dengan sektor pertanian sebagai sumber mata pencarian penduduknya, dengan
demikian sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Kenyataan yang terjadi bahwa sebagian besar penggunaan lahan di wilayah
Indonesia diperuntukan sebagai lahan pertanian dan hampir 50 persen dari total
angkatan kerja masih menggantungkan kebutuhan hidupnya pada sektor pertanian.
Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian
Indonesia, hal ini dikarenakan sektor pertanian berfungsi sebagai basis atau
landasan pembangunan ekonomi. Keadaan seperti ini menuntut kebijakan pemerintah
pada sektor pertanian disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan yang terjadi dilapangan
dalam mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut kesejahteraan bangsa,
paradigma pembangunan pertanian berkelanjutan dapat menjadi solusi alternatif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan akan makin optimal jika disinergikan dengan komitmen untuk membangun kemitraan di antara pelaku agribisnis. Pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan usaha dapat menjamin terciptanya efisiensi dan pertumbuhan, keadilan dan pemerataan, serta berwawasan lingkungan. Untuk mendukung upaya ini diperlukan konsolidasi kelembagaan yang mantap, baik di tingkat petani, pihak swasta maupun pemerintah (Septana dan Ashari, 2007).
METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan
ini yaitu menggunakan metode pengumpulan data melalui internet dan informasi
dari narasumber di desa tersebut, dan dituangkan pada tulisan artikel ini
dengan bahasa sendiri dengan menggunakan kata-kata dan sudut pandang dari
penulis
PEMBAHASAN
Sumber
daya manusia yang berkualitas dan memiliki komitmen membangun sektor pertanian
merupakan salah satu faktor keberhasilan pembangunan pertanian berkelanjutan
Dalam konteks pertanian berkelanjutan pada dasarnya berarti kemampuan untuk
tetap produktif sekaligus tetap mempertahankan basis sumber daya. Khususnya di
Kota Lubuklinggau Barat II yang dimana hamper 80% penduduknya bermata pencarian
sebagai petani kopi, semakin berkembangnya penanaman kopi dan banyaknya minat
warga dalam membudidayakan kopi sehingga jumlah hasil yang di produksi semakin
hari semakin meningkat
Meningkatnya
minat petani dalam berbudidaya kopi sehingga membuat pemasaran kopi 5 tahun
terakhir ini semakin meningkat, sehingga pengaruhnya terhadap pembangunan
pertanian sangat besar. Dalam hal ini juga sangat berpengaruh terhadap
kesejahteraan masyarakatnya yang dimana semakin tinggi produksi yang dihasilkan
maka semakin tinggi pula pendapatan yang diterima oleh petani kopi sehingga
dalam pembangunan pertaniannya kopi sangat berpengaruh baik dalam beberapa
tahun terakhir di kota Lubuklinggau Barat II
KESIMPULAN
Pembangunan pertanian ditunjukkan
dari kesejahteraan masyarakatnya dimana untuk peningkatan hasil dan
produktivitasnya usaha tani melalui penambahan hasil produksi. Salah satu upaya
pembangunan pertanian adalah perkembangan dari hasil produksi pertaniannya.
dengan kenaikan signifikan dari petani kopi yang terjadi di kota Lubuklinggau
Barat II sehingga dapat menjamin sebagian masyarakatnya
DAFTAR PUSTAKA
Ashari Saptana,2007 Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Melalui
kemitraan usaha.Peneliti pembangunan pertanian 26 (4)
Sri Herry
Susilowati,2016.Fenomena Penuaan Petani
Berkurang Tenaga Kerja Muda Serta Implikasinya Bagi Kebijakan Pembangunan
Pertanian.Pusat social ekonomi
Komentar
Posting Komentar