PENGARUH PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DI DESA SIBUNTUON, KECAMATAN DOLOK PARDAMEAN, KABUPATEN SIMALUNGUN, PROVINSI SUMATERA UTARA

Nama Penulis: Johanson Gilman Siallagan (E1D019055)







Pendahuluan

      Pembangunan merupakan upaya secara sadar untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk dapat meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Sumber daya bukan tidak terbatas baik jumlah maupun kualitasnya, sedangkan kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya tersebut makin meningkat akibat meningkatnya jumlah penduduk serta kebutuhannya. Upaya pembangunan daerah akan dimanfaatkan aspek-aspek yang secara ekonomi berpotensi untuk dikembangkan. Potensi ekonomi dalam kerangka pembangunan daerah dapat diartikan sebagai kesanggupan, kekuatan, dan kemampuan di bidang ekonomi yang dimiliki oleh suatu daerah untuk membangun daerah tersebut. Proses pembangunan tidak terjadi begitu saja, tetapi harus diciptakan melalui intervensi pemerintah, melalui kebijakan-kebijakan yang mendorong terciptanya proses pembangunan. Dalam pelaksanaan pembangunan ada tiga pertanyaan dasar yang perlu dijawab, Pertama, pembangunan perlu diletakkan pada arah perubahan struktur. Kedua, pembangunan perlu diletakkan pada arah pemberdayaan masyarakat dan memberikan ruang dan kesempatan yang lebih besar kepada rakyat banyak untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan. Dan ketiga, pembangunan perlu diletakkan pada arah koordinasi lintas sektor mencakup program pembangunan antar sektor, pembangunan antar daerah, dan pembangunan khusus.(Sumodiningrat, 2001)

        Untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan tersebut, maka pembangunan perlu didukung oleh berbagai faktor baik ekonomi maupaun faktor non ekonomi. Salah satu faktor ekonomi yang sangat mendukung dan mempengaruhi jalannya roda pembangunan adalah infrastruktur. Infrastruktur merujuk pada sistem fisik yang menyediakan jalan, transportasi, telekomunikasi, bangunan gedung dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi.

     Ketersediaan infrastruktur juga sangat dibutuhkan dalam pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian selalu menjadi agenda penting dalam rencana pembangunan indonesia. Pembangunan pertanian dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969). Hal ini berdasar asumsi bahwa pembangunan pertanian merupakan prasyarat pembangunan ekonomi indonesia. Dalam rangka menuju pembangunan pertanian yang dicita-citakan, lima syarat pokok pembangunan pertanian (Mosher, 1965) harus benar-benar fokus dalam pelaksanaanya, didukung pula oleh lima syarat pelancarnya. Lima syarat pokok pembangunan pertanian, antara lain : pasaran untuk hasil usaha tani, teknologi yang selalu berubah, sarana produksi dan peralatan secara lokal, perangsang produksi bagi petani, dan pengangkutan. Sementara itu , lima faktor pelancar pembangunan pertanian antara lain : pendidikan pembangunan, kredit produksi, kegiatan bersama (group action) oleh petani, perbaikan dan perluasan tanah pertanian, dan perencanaan nasional pembangunan pertanian.

       Syarat pokok dan syarat pelancar pembangunan pertanian tersebut tidak dapat berjalan lancar tanpa didukung oleh syarat pengangkutan (transportasi) yang memadai. Ekonomi pada hakikatnya terhubung dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap manusia. Hal ini juga sama halnya dengan peranan transportasi bagi ekonomi. Dengan demikian ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai sangat diperlukan untuk terwujudnya pembangunan pertanian. Jalan dan jembatan merupakan prasarana yang dibutuhkan dalam proses pembangunan pertanian. Tidak hanya menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya, atau menghubungkan satu desa dengan desa lainnya atau kota, tetapi yang lebih terasa manfaatnya adalah dalam penyaluran informasi, penyaluran sarana produksi, penyaluran hasil atau produksi,serta menjamin kelancaran transportasi dan komunikasi. Bayangkan kalau satu daerah sentra produksi suatu komoditas tidak mempunyai prasarana jalan dan jembatan yang memadai, sudah barang tentu hasil yang diperoleh tidak bisa dibawa keluar dari desa tersebut untuk dipasarkan. Kalaupun ada pembeli yang datang maka harganya akan sangat rendah, karena dibutuhkan proses lanjutan untuk membawanya ke pasar terdekat yang jelas-jelas membutuhkan biaya yang cukup banyak. Bila jalan dan jembatan tersedia dan memadai, komoditas tersebut bisa dibawa ke pasar dan akan mendapatkan harga yang layak dan sesuai dengan perkembangan dan mekanisme pasar. Dalam hal ini petani sebagai produsen, serta pembeli sebagai konsumen tidak merasa rugi. Dengan tersedianya jalan, input produksi dapat diperoleh dengan mudah dan mungkin murah, informasi cepat diperoleh, dan komunikasi dengan daerah lainnya lancar.

      Infrastuktur jalan merupakan lokomotif untuk menggerakan pembangunan ekonomi bukan hanya di perkotaan tetapi juga di wilayah pedesaan. Selain itu, infrastruktur merupakan pilar menentukan kelancaran arus barang, jasa, manusia bahkan uang dan informasi dari satu zona pasar ke zona pasar lainnya.

METODE PENULISAN

       Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data berupa data sekunder dan data primer, dengan melakukan penelaahan terhadap buku-buku dan jurnal yang berhubungan dengan makalah ini serta dari segi pandangan penulis sendiri.

Pembahasan 

Pengertian Infrastruktur

      Stone dalam Kodoatie (2003) mendefinisikan infrastruktur sebagai fasilitas-fasilitas fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh agenagen publik untuk fungsi-fungsi pemerintahan dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan limbah, transportasi dan pelayanan-pelayanan lainnya untuk memfasilitasi tujuan-tujuan ekonomi dan sosial. Sistem Infrastruktur merupakan pendukung utama fungsi-fungsi sistem sosial dan sistem ekonomi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. 
      Sistem infrastruktur dapat didefinisikan sebagai fasilitasfasilitas atau struktur-struktur dasar, peralatan-peralatan, instalasi-instalasi yang dibangun dan yang dibutuhkan untuk berfungsinya sistem sosial dan sistem ekonomi masyarakat (Grigg dalam Kodoatie, 2003). 
      The World Bank (1994) membagi infrastruktur menjadi tiga, yaitu: 
Infrastruktur ekonomi, merupakan infrastruktur fisik yang diperlukan untuk menunjang aktivitas ekonomi, meliputi public utilities (tenaga, telekomunikasi, air, sanitasi, gas), public work (jalan, bendungan, kanal, irigasi dan drainase) dan sektor transportasi (jalan, rel, pelabuhan, lapangan terbang dan sebagainya). 
Infrastruktur sosial, meliputi pendidikan, kesehatan, perumahan dan rekreasi. 
Infrastruktur administrasi, meliputi penegakan hukum, kontrol administrasi dan koordinasi. 

      Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2005 tentang Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur, menjelaskan beberapa jenis infrasturktur yang penyediaannya diatur pemerintah, yaitu: infrastruktur transportasi, infrastruktur jalan, infrastruktur pengairan, infrastruktur air minum dan sanitasi, infrastruktur telematika, infrastruktur ketenagalistrikan, dan infrastruktur pengangkutan minyak dan gas bumi. Penggolongan infrastruktur tersebut diatas dapat dikategorikan sebagai infrastruktur dasar, karena sifatnya yang dibutuhkan oleh masyarakat luas sehingga perlu diatur oleh pemerintah.

Perkembangan Pembangunan Infrasruktur di Desa Sibuntuon, Kec. Dolok Pardamean, Kab. Simalungun.

      Desa Sibuntuon merupakan salah satu desa yang berada di kabupaten Simalungun. Desa Sibuntuon memiliki areal lahan kering yang subur, oleh karena itu secara umum mata pencaharian masyarakat yang ada di Desa Sibuntuon adalah petani. Adapun tanaman yang ditanam para petani yaitu tanaman palawija seperti: padi, jagung, ubi, jeruk, nenas dll serta ada beberapa tanaman lain seperti jahe, bawang, kunyit, kopi, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu pemerintah daerah setempatpun memberikan bantuan guna membangun infrastruktur berupa pembangunan jalan beraspal yang dimulai dari jalan besar desa hingga mencapai lahan-lahan pertanian masyarakat, dimana dulunya jalan menuju lahan pertanian tersebut hanya dapat dilalui oleh motor, tractor, serta gerobak yang ditarik oleh kerbau (kreta kerbau) nama kendaraan daerah tersebut, dan itulah kendaraan yang digunakan oleh petani untuk mengangkut pupuk dan hasil produksi mereka. Oleh karena itu untuk pengankutan pupuk dan hasil produksi petani ke lahan tersebut mempunyai bayak kendala dan juga membutuhkan banyak waktu. Namun untuk saat ini para petani sudah sangat mudah dalam hal pengankutan baik pupuk maupun hasil produksi pertanian
      Dalam perkembangan pembangunan infrastruktur berupa jalan menuju lahan pertanian yang ada di Desa Sibuntuon sudah mencapai kurang lebihnya sekitar 80% dari keseluruhan jalan yang menuju lahan tersebut. Terutama jalan yang dekat dengan perumahan warga, kemudian sudah dilanjutkan kebeberapa lokasi yang cukup jauh dari daerah perumahan warga. Untuk tempat yang masih belum dibangun merupakan area yang sangat sulit untuk dijangkau dan topologi wilayah nya sangat curam sehingga sangat sulit untuk dilakukannya pembangunan jalan.Namun dalam beberapa waktu mendatang akan dilakukan pemerataan area jalan tersebut agar mempermudah dalam pembangunan jalan kedepannya. 

Dampak pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sibuntuon

      Pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Desa Sibuntuon berdampak sangat baik dan sudah sangat membantu masyarakat secara meluas terutama para petani dimana sudah memudahkan para petani dalam hal pengangkutan berupa pupuk dan juga hasil produksi mereka. Begitu juga dengan para tengkulak saat ini para tengkulak sudah mau membawakan barang produksi para petani dari lahan sehingga hal ini juga memiliki dampak negative yaitu para tengkulak yang mulai bersaing dan berebut untuk membeli hasil produksi para petani.


Kesimpulan 

      Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat di simpulkan bahwa:
Pembangunan infrastruktur jalan mempengaruhi akan pertumbuhan ekonomi karena mempermudah dalam hal pengangkutan hasil produksi dari lahan sehingga akan mempercepat dalam hal pengiriman barang produksi tersebut.
Pembangunan infrastuktur jalan yang dilakukan di Desa Sibuntuon memiliki perkembangan yang cukup pesat, dikarenakan pembangunan jalan desa tersebut sudah mencapai kurang lebihnya mencapai 80%.
        Pembangunan infrastruktur jalan desa mempunyai dampak baik dimana para petani dapat dengan mudahnya mengangkut pupuk dan juga barang hasil produksi mereka


DAFTAR PUSTAKA

Pengertian Infrastruktur. http://www.bangmu2.com/2012/05/.

Sibarani, M.H.M. 2002. Kontribusi  
Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Tesis Magister Sains. Program Pascasarjana, Universitas Indonesia, Jakarta.

Tanimart. 2011. Infrastruktur. http://tanimart.wordpress.com/infrastructure/1-infrastruktur.

Worldbank. 2013. Pembangunan Sektor Perdagangan di Indonesia. http://web.worldbank.org.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU