PENGARUH TEKNIK TANAM SAWAH TERASERING DI DAERAH KEMUMU TERHADAP PRODUKTIVITAS PERTANI
Penulis: Meysya Leonita Agustina (E1D021095)
PENDAHULUAN
Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air yang dibuat sejajar garis kontour yang dilengkapi saluran pembuangan air (SPA), rorak dan tanaman penguat teras yang berfungsi sebagai pengendali erosi.
Produktivitas pertanian uatu nilai yang menunjukkan rata-rata hasil produksi per satuan luas per komoditi tanaman pangan (padi; jagung; kedelai; kacang tanah; kacang hijau; ubi kayu; ubi jalar) pada periode satu tahun laporan.
Pembangunan Pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selau menambah produksi prtanian untuk menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Secara luas pembangunan pertanian bukan hanya proses atau kegiatan menambah produksi pertanian melainkan sebuah proses yang menghasilkan perubahan sosial baik nilai, norma, perilaku, lembaga, sosial dan sebagainya demi mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang lebih baik. Pertanian merupakan sektor utama penghasil bahan-bahan makanan dan bahan-bahan industri yang dapat diolah menjadi bahan sandang, pangan, dan papan yang dapat dikonsumsi maupun diperdagangkan, maka dari itu pembangunan pertanian merupakan bagi dari pembangunan ekonomi.
Baiklah pada blog tersebut akan menjelaskan tentang pengaruh teknik tanam sawah terasering di daerah kemumu terhadap produktivitas pertanian. Dikarenakan daerah tersebut sangat membutuhkan yang namanya bangunan konservasi yang dilengkapi saluran pembuangan air, tanaman penguat teras sebagai pengendali erosi, dan masih ada lainnya yang dinamakan terasering.
METODE PENULIS
Metode penulis pada kali ini dimana metode yang digunakan oleh penulis tersebut dari pandangan sendiri terhadap suatu yag diamatkan dan dari berbagai suatu informasi yang di dapatkan. Dimana pengamatan pada penulisan ini yang berasal dari desa kemumu dan berada pada daerah kecamatan arma jaya.
PEMBAHASAN
Pada desa kemumu tersebut mayoritas masyarakat memiliki profesi sebagai petani yang keebanyakan pada petani sawah. Dengan banyaknya lahan pada petani sawah dan tidak jauh dari permungkiman warga mudah untuk di jangkau, pada lahan tersebut berada tepatnya pada kaki gunung dengan kebedaradaan lahan yang sangat memungkinkan untuk petani sawah mudah untuk mengalirkan air yang dibutuhkan pada padi yang ditanam. Dengan air yang selalu mengalir dari gunung itu tersebut maka petani-petani yang memiliki lahan pada daerah tersebut memuat yang dinamakan terasering yang dimana terasering memiliki defenisi sebaga berikut.
“ Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air yang dibuat sejajar garis kontour yang dilengkapi saluran pembuangan air (SPA), rorak dan tanaman penguat teras yang berfungsi sebagai pengendali erosi. ”
Dari defisni di atas maka dari keutungan pada pembangunan terasering yang di buat dari para petani tersebut agar aliran air yang mengalir dari gunung dapat mengalir dengan baik di karenakan mendapatkan jalan atau aliran air yang bagus. Dengan dibangunnya terasering dapat juga sebagai pengendali erosi. Maka dari itu pembangunan terasering sangat dibutuhkan oleh petani untuk memperlancar pembangun pertanian dan mempermudah suatu kegiatan yang berkaitan dengan lahan pertanian.
KESIMPULAN
Pembangunan pertanian sangat penting untuk dimajukan dalam setiap zaman dikarenakan dengan pembangunan semakin modern dan semakin maju maka sector pertanian semakin meningkat dan mudah dalam menjangkau suatu hal. Seperti contohnya pembangunan terasering yang di buat mempermudah pera petani untuk mengalirkan suatu air yang dibutuhkan pada lahan.
PENUTUP
Dengan mengetahui bentuk pembangunan yang di buat para petani dalam memecahkan permasalah tersebut seperti membangun terasering yang di buat agar mempermudah dalam pengaliran air yang dibutuhkan pada lahan seperti contohnya padi. Maka pada daerah tersebut dapat mempermudah jalannya suatu kegiatan pertanian yang dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Arupa, 2010. Prosiding Terasering dan Konservasi Lahan. Malang
Asdian Karim, 2014. Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang. Dinas Kehutanan kabupaten Gorontalo Utara
Arsyad, Sitanala. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Bandung : Penerbit ITB.
Asdak, Chay. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Darmawijaya, Isa. 1990. Klasifikasi Tanah. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Kartasapoetra A.G, G Kartasapoetra, Mulyani Sutedja. 1987. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Jakarta : Rineka Cipta.
Komentar
Posting Komentar