PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN DAERAH BENGKULU SELATAN DENGAN TEKNOLOGI MODERN

Penulis : Dea Puspa Seruni_E1D021040

PENDAHULUAN

Dalam pertanian tradisional, produksi pertanian dan konsumsi sama banyaknya dan hanya satu atau dua macam tanaman saja (biasanya jagung atau padi) yang merupakan sumber pokok bahan makanan. Produksi dan produktivitas rendah karenahanyamenggunakan modal hanyasedikit sekali, sedangkan tanah dan tenaga kerja manusia merupakan faktor produksi yang dominan (Scoot 1981:19). pola pertanian tradisional masih menggunakan peralatan yang sangat sederhana dan produktivitas pertaniannya rendah.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi serta modernisasi pada masyarakat umumnya tentu saja hal ini juga berdampak pada modernisasi di bidang pertanian. Pada umumnya di negara berkembang seperti Indonesia, teknologi baru di bidang pertanian dan inovasi-inovasi dalam kegiatan– kegiatan pertanian merupakan prasyarat bagi upaya-upaya dalam peningkatan output dan produktivitas.Pada pola pertanian modern terjadi penggunaan teknologi di bidang pertanian karena hasil pertaniannya sebagian besar untuk komersil atau untuk memenuhi kebutuhan pasar sehingga penggunaan tenaga manusia beralih kepada teknologi pertanian yang sifatnya membutuhkan biaya produksi lebih tinggi.

            Pada artikel ini, penulis akan membahas salah satu bentuk pembangunan pertanian yaitu peningkatan produksi pertanian dengan teknologi modern yang berada di daerah  Seginim Kabupaten Bengkulu selatan.

METODE PENULISAN

            Metode penulisan yang digunakan oleh penulis ialah hasil dari kesimpulan dari berbagai informasi dari internet yang telah dibaca oleh penulis sebelumnuya.

PEMBAHASAN

Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian di Provinsi Bengkulu dan juga Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19, Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu memberikan pelatihan teknologi alat pertanian modern di Desa Padang Lebar, Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.  peningkatan produksi pertanian sangat penting. Untuk itu Kementerian Pertanian melakukan program sekolah lapangan penerapan inovasi paket teknologi. Salah satu paket teknologi yang dilakukan Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu yakni penggunaan transplanter atau mesin tanam.

Dimana transplanter atau mesin tana mini adalah mesin yang digunakan untuk menananm bibit padi dengan cara dikendarai dan mengahasilkan pola penanaman tegel. Mekanisme kerja mesin ini terdiri dari tahap persiapan dan penanaman. Pada tahap persiapan, dilakukan pemindahan bibit semai dari dapog ke meja bibit. Bibit cadangan dapat ditempatkan pada meja bibit cadangan, sebagai cadangan apabila bibit habis selama pengoperasian mesin. Selanjutnya yaitu tahap penanaman, ketika mesin/motor penggerak dihidupkan, tuas kopling utama, tuas kopling kemudi, tuas kopling penanaman, dan tuas pengatur lainnya diatur sesuai petunjuk pengoperasian mesin penanam ini, daya dari motor akan disalurkan ke roda penggerak sehingga mesin berjalan maju. Seiring gerakan mesin maju, garpu penanam akan memotong dan mengambil sejumlah bibit (rumpun) dari meja bibit, kemudian ditanamkan dengan kedalaman sesuai pengaturan pada lahan sawah. Bibit pada meja bibit akan berkurang oleh pengambilan garpu penanam, secara otomatis, bibit akan turun karena gerakan belt-roller penggerak bibit. Setelah bibit habis, bibit baru harus ditambahkan. Mesin ini memiliki beberapa bagian utama, diantaranya bagian penggerak, kemudi, penanam, dan pelindung. Bagian penggerak yaitu berupa motor penggerak, berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak saat mesin dioperasikan. Bagian kemudi berisi tempat duduk operator dan tuas-tuas untuk mengendalikan mesin, seperti tuas untuk mengatur gas, persneling, gigi mau-mundur, pengatur kedalaman tanam, pengatur jarak tanam, dan hidrolis untuk bagian penanam. Bagian penanam merupakan bagian untuk menanam bibit padi, terdiri atas beberapa unit, seperti meja bibit, meja bibit tambahan, marker, penanda tengah, jari penanam, batang penahan dapog, penahan bibit, dan belt-roller pengatur bibit. Bagian pelindung berisi unit-unit pelindung mesin ketika dioperasikan di lapangan, seperti bumper samping, roda besi dengan pelapis karet belakang, roda besi dengan pelapis karet depan, dan bumper depan.

   Namun selain itu, pihaknya juga memberikan paket teknologi yang lain, seperti pemupukan secara berimbang, pengendalian hama penyakit, dan saat panen penggunaan paket teknologi berupa mesin panen. Dengan adanya program PEN, sektor pangan dapat lebih meningkat. Sehingga dapat mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani. Seperti diketahui banyak sektor terdampak akibat pandemi Covid-19. penggunaan paket teknologi seperti transplanter di Kabupaten Bengkulu Selatan masih sangat terbatas dan masyarakat masih sangat sulit pengoperasiannya.



KESIMPULAN

            Perlunya memperhatikan sarana produksi pertanian guna untuk meningkatkan pembangunan pertanian dalam penghasilan dan produktivitas dalam usahatani, seperti yang dilakukan oleh daerah Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan dimana pemerintah daerah tersebut memberikan progam yang bertujuan untuk memperkenalkan sarana produksi pertanian (alat) yaitu berupa mesin alat tanam.

DAFTAR PUSTAKA

Radi. 2019. Alat Mesin Penanam. https://alsintan.tp.ugm.ac.id/alat-mesin-penanam/

Adisel, A. (2019). Buku: Transformasi Masyarakat Petani dari Tradisional ke Modern.

Rio. 2021. Tingkatkan Produksi Pertanian Dengan Teknologi Modern. https://rakyatbengkulu.com/2021/08/14/tingkatkan-produksi-pertanian-dengan-teknologi-modern/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU