PROGRAM PEREMAJAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (REPLANTING) GUNA MEMPEROLEH HASIL YANG LEBIH MAKSIMAL DAN BERKUALITAS


 Penulis : Agustina Dwi Lestari_E1D021014


ABSTRAK

Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Pembangunan pertanian merupakan proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi pertanian untuk menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Peremajaan (replanting) adalah proses penanaman kembali kebun/lahan yang gundul dan mengganti tanaman yang sudah tua yang tidak lagi produktif dengan tanaman baru. Proses peremajaan bertujuan untuk memperbarui perkebunan kelapa sawit dengan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berkualitas.

PENDAHULUAN

 Dalam paradigma pembangunan berkelanjutan, pertanian adalah sistem pembangunan yang memanfaatkan sumber daya manusia dan alam serta teknologi secara maksimal untuk kepentingan masyarakat. (Susilovati, 2016).

 Salah satu kegiatan yang penting dalam teknik budidaya adalah peremajaan. Program peremajaan tanaman harus disiapkan dengan baik, khususnya pada perkebunan plasma. Persepsi petani terhadap kegiatan peremajaan sangat baik. Hal ini berimplikasi pada tingginya tingkat kesiapan petani untuk melakukan peremajaan kelapa sawit saat umur tanaman kelapa sawit sudah tidak produktif lagi. Petani telah mengetahui pentingnya peremajaan untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit. Petani juga telah memperoleh berbagai pelatihan mengenai pentingnya kegiatan peremajaan bagi keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit yang lestari. (Hutasoit et al, 2015).

METODE PENELITIAN

Penulisan dilakukan dengan menggunakan kata-kata dari penulis sendiri, berdasarkan fakta dan pendapat dari masyarakat langsung. Serta menggunakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa sumber terkait penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN







Pembangunan pertanian merupakan proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi pertanian untuk menambah produksi pertanian untuk tiap-tiap konsumen, yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Peremajaan (replanting) merupakan proses penanaman kembali kebun/lahan yang gundul dan mengganti tanaman yang sudah tua yang tidak lagi produktif dengan tanaman baru.

Peremajaan (replanting) ini sendiri dilakukan dengan tujuan untuk memperbarui perkebunan kelapa sawit dengan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berkualitas. Hal yang mendasari perlu dilakukannya replanting perkebunan rakyat antara lain umur tanaman sudah tua > 25 tahun, produktivitas yang rendah yakni <10 ton TBS/ha/th, bahan tanaman tidak unggul (illegitim), kesulitan panen karena tinggi tanaman >12 meter dan kerapatan tanaman rendah yakni <80 phn/ha (PPKS, 2016). Metode replanting dikelompokkan menjadi metode tanpa bakar, underplanting, metode bakar, dan chipping. Ditambahkan PPKS (2016) replanting dapat dilakukan dengan metode tumbang serentak dan intercropping. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1995 tentang pelarangan pembukaan lahan tanpa pembakaran maka replanting metode bakar tidak direkomendasikan untuk dilakukan. Sebaliknya metode tumbang serentak dan chipping tergolong mahal dan metode ini lebih banyak dilakukan Perusahaan Besar Swasta (PBS). Tahap pertama dalam kegiatan peremajaan yaitu perencanaan. Kebun akan membuat perencanaan peremajaan jangka panjang untuk mengetahui umur-umur tanaman yang sudah harus dipertimbangkan untuk diremajakan. Teknis kegiatan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap persiapan lahan dan tahap penanaman. Setelah tahap persiapan lahan selesai, kegiatan pada tahap penanaman.

KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan peremajaan (replanting) adalah kegiatan mengganti kelapa sawit yang sudah tua dengan yang muda dengan tujuan untuk memperbarurui perkebunan kelapa sawit dengan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berkualitas untuk hasil yang lebih maksimal. Untuk metode replanting sendiri terdiri dari metode tanpa bakar, underplanting, metode bakar, dan chipping.

DAFTAR PUSTAKA

Susilowati. 2016. Fenomena Penuaan Petani Dan Berkurangnya Tenaga Kerja Muda Serta Implikasinya Bagi Kebijakan Pembangunan Pertanian. Forum penelitian Agro Ekonomi 34(1): 35.
Hutasoit, F., Hutabarat, S., Muwadi, D. 2015. Analisis persepsi petani kelapa sawit swadaya bersertifikasi RSPO dalam menghadapi kegiatan peremajaan perkebunan. Jurnal Faperta Vol 2 No 1. Universitas Riau. Riau, ID.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU