STRATEGI MODERNISASI PERTANIAN LADA DI KABUPATEN BANGKA SELATAN, BANGKA BELITUNG

 

STRATEGI MODERNISASI PERTANIAN LADA DI KABUPATEN BANGKA SELATAN, BANGKA BELITUNG

Penulis : Siti Nur Elvina (E1D021028)

 

PENDAHULUAN

Indonesia adalah negara agraris yang berbasis pada bidang pertanian. Pertanian dalam fungsinya untuk memenuhi kebutuhan pangan, disamping kenyataan bahwa makin banyak produk pertanian yang harus disediakan dikarenakan meningkatnya angka penduduk disetiap tahunnya. Pembanguna pertanian berkelanjutan ditujukan untuk meningkatkan kegiatan produksi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dari setiap konsumen. Hal tersebut juga sekaligus untuk meningkatkan pendapatan dan produktivitas dari tiap-tiap produsen serta tetap menjaga kelestarian alam.

Sektor pertanian saat ini masih memiliki peranan strategis, yakni sebagai sumber utama kehidupan dan pendapatan masyarakat petani, sebagai penghasil pangan bagi masyarakat, sebagai penghasil bahan mentah dan bahan baku bagi industri pengolahan, sebagai penyedia lapangan pekerjaan dan lapangan usaha yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Bangka Belitung memiliki potensi lahan perkebunan berupa lahan kering dataran rendah tanah masam dan tingkat kesuburan yang rendah. Tanaman lada merupakan komoditas andalan bagi masyarakat Bangka Belitung. Tanaman lada Bangka Belitung memiliki kekuatan dan daya jual tersendiri karena cita rasanya yang khas. Lada berperan sebagai penggerak perekonomian di sentra-sentra produksi dan sumber pendapatan sebanyak 46.620 petani lada tahun 2013 di Bangka Belitung (Aprionis, 2015).

 

METODE PENULISAN

Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode penulisan dari hasil pengamatan yang dilakukan secara langsung dan beberapa sumber dari internet atau website dan didasarkan akan kejadian nyata.


PEMBAHASAN

Pada awalnya, masyarakat melakukan budidaya tanaman lada dengan cara tradisional dan sangat sederhana. Saprodi yang digunakan pun hanya didapatkaan dari alam sekitar, seperti bibit yang didapat dari tanaman yang lalu, penggunaan tiang panjat atau biasa masyarakat sebut junjung menggunakan junjung mati (tiang), serta perendaman hasil panen masih menggunakan sungai yang mengalir dan belum adanya penyimpanan yang memadai.

Mayoritas petani telah mengerti dan melaksanakan penanganan panen dan pascapanen oleh kebiasaan bertanam lada yang sudah turun temurun sehingga penanganan panen dan pascapanen sudah sesuai dengan kriteria panen. proses penanganan pascapanen mulai dari perendaman, pencucian dan penjemuran. Butir-butir lada (tanpa kulit) yang sudah bersih selanjutnya dijemur di lantai jemur dari semen atau di tepi jalan beraspal beralaskan tikar/karung. Namun, hal tersebut belum menghasilkan kualitas yang optimal karena dalam penanganannya para petani masih mengalami beberapa masalah, seperti yang sering dirasakan ialah masalah pada perendaman. Perendaman lada hasil panen haruslah ditempat air mengalir (sungai), jika tidak akan menyebabkan warna dari lada yang direndam akan pudar dan kusam sehingga menurunkan nilai dari hasil panen.

Hal tersebut menjadi faktor-faktor penghambat optimalisasi produk lada di Kab. Bangka Selatan.  Para petani perlu mengadopsi teknologi usahatani untuk mencegah kegiatan-kegiatan di atas berlanjut. Akan tetapi, lama usahatani juga memengaruhi persepsi petani untuk mengadopsi teknologi usahatani yang disebabkan oleh daya respon, tanggapan, dan penerimaan akan informasi yang baru. Semakin lama usahatani yang dijalankan, maka akan seaming sulit petani untuk  mengadopsi teknologi yang ditawarkan.

Adapun inovasi yang ditawarkan kepada para petani lada ialah seperti:

1.     Penggunaan bibit varietas unggul yang disediakan oleh pemerintah

Penggunaan bibit varietas unggul yang disediakan oleh pemerintah tidak serta merta akan terus menerus diberikan karena pada dasarnya petani dapat memotong (stek) satu ruas dari batang untuk dijadikan bibit. Di anjurkan hanya satu ruas karena daya tumbuh stek satu ruas lebih baik dan dapat mengurangi penyebaran penyakit lada.

2.      Pemupukan

Aplikasi pemupukan yang baik dan benar dari segi jenis pupuk, dosis pupuk, cara pemupukan dan waktu pemupukan akan  memengaruhi hasil panen.

3.     Pengendalian OPT menggunakan bahan organik

Penganjuran dengan menggunakan musuh alami, tetapi pengalaman dan informasi yang kurang mengakibatkan para petani kurang yakin untuk menerima inovasi ini.

4.     Penggunaan tiang panjat hidup

Tiang panjat hidup lebih menguntungkan daripada penggunaan tiang panjat mati. Hal ini dikarenakan tiang panjat mati dapat menyebabkan tanaman lada mudah/rentan mendapatkan gangguan dari  OPT dan dinilai tidak lestari karena tiang panjat tersebut harus diganti dengan yang baru setiap beberapa tahun sekali.

5.     Penanganan pada saat panen dan pascapanen

Rata-rata para petani di Kab. Bangka Selatan sudah mengerti dan melaksanakan penanganan panen dan pascapanen sesuai anjuran dan dipengaruhi oleh kebiasaan bertanam lada yang sudah turun temurun sehingga penanganan panen dan pascapanen sudah sesuai dengan kriteria panen. 

Inovasi yang ditawarkan disalurkan melalui kegiatan penyuluhan dan pameran, serta kebun percontohan (temu lapang). Di mana akan diadakan dengan menampilkan dalam jumlah kecil seperti peragaan stek lada satu ruas, bibit-bibit lada yang sesuai anjuran, pestisida nabati, pengolahan hasil lada dalam bentuk kemasan. Penyediaan informasi dalam bentuk tercetak folder, brosur, poster dan majalah mengenai budidaya lada anjuran.

 

KESIMPULAN

Inovasi yang ditawarkan kepada para petani lada seperti Penggunaan bibit varietas unggul, Pemupukan, Pengendalian OPT menggunakan bahan organik,  Penggunaan tiang panjat hidup, Penanganan pada saat panen dan pascapanen. Diadakan dengan menampilkan dalam jumlah kecil seperti peragaan stek lada satu ruas, bibit-bibit lada yang sesuai anjuran, pestisida nabati, pengolahan hasil lada dalam bentuk kemasan.

SARAN

Dibutuhkan kesadaran dan kerjasama antar petani dan pihak pemerintah untuk mensukseskan kegiatan ini, karena persepsi usahatani yang dijalani oleh oleh petani itu sendiri yang akan mengubah arah pembudidayaaan tanaman lada agar bisa lebih optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Panggabean, M. T., & dkk. (2016). Persepsi Petani Lada terhadap Diseminasi Teknologi Usahatani Lada di Bangka Belitung. Jurnal Penyuluhan.

Saragih, B., & dkk. (2021). PEMBANGUNAN PERTANIAN. Yogyakarta: Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA.


WEBSITE :

https://dishub.babelprov.go.id/content/potensi-daerah-bangka-selatan

https://bangka.tribunnews.com/2022/07/18/tiga-progam-pembangunan-ini-jadi-prioritas-pemkab-bangka-selatan-dana-rp-3-m-untuk-penataan-kota

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU