STRATEGI PENINGKATAN NILAI EKONOMI KOPI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN REJANG LEBONG

 Penulis : Aprilia Violetta Rosyak (E1D021072)

 

PENDAHULUAN

            Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara agraris, di mana Sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. Para petani dalam melakukan usahatani pasti mendambakan keberhasilan sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk bisa berhasil, tentunya petani harus tahu mengenai strategi meningkatkan produktivitas tanaman pertanian yang diusahakan (Rizal,2021).

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi Indonesia. Kopi memiliki nilai ekonomi cukup tinggi sehingga di beberapa daerah dengan agroklimat sesuai, seperti Bengkulu, dijadikan sebagai komoditas unggulan. Kawasan Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu sentra penghasil kopi terbesar di Provinsi Bengkulu, selain kabupaten Kepahiang dan Kabupaten lainnya. Selama ini produksi kopi tersebut masih belum dalam kualitas premium (asalan) banyak dijual ke provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Lampung. Sejalan dengan pengembangan potensi daerah, penetapan kopi sebagai komoditas unggulan diharapkan mampu mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Permasalahan yang dihadapi sampai saat ini adalah rendahnya produktivitas tanaman dan mutu hasil . (Bedy, 2017)

            Untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas tanaman pertanian, maka perlu dilaksanakan pembangun pertanian. Pertanian, dalam paradigma pembangunan berkelanjutan merupakan sistem pembangunan yang secara menyeluruh memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya alam serta teknologi untuk mensejahterakan masyarakat. (Susilowati 2016).

            Berdasarkan uraian di atas maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai strategi petani kopi di Kabupaten Rejang Lebong dalam meningkatkan mutu hasil dan memanfaatkan secara menyeluruh bagian dari tanaman kopi agar dapat memberi nilai ekonomi baru.

METODE PENULISAN

            Tulisan ini ditulis dengan menggunakan metode deskriptif, di mana penulis menjelaskan dengan cara mendeskripsi atau menggambarkan informasi menggunakan kata-kata penulis sendiri yang telah disimpulkan dari berbagai sumber. Sumber atau informasi yang berasal dari beberapa literatur, seperti jurnal dan website resmi.

PEMBAHASAN

      

          Kopi merupakan salah satu komoditi andalan di Kabupaten Rejang Lebong, selain sayu-sayuran. Jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Rejang Lebong adalah Kopi Robusta dan Kopi Arabika . Kabupaten Rejang Lebong merupakan daerah dataran tinggi yang sangat subur. Tanah yang subur tersebut merupakan habitat yang cocok untuk budidaya kopi. Luas Kebun kopi di Kabupaten Rejang Lebong adalah 13.422,00 hektar (BPS Rejang Lebong, 2018).

            Ada beberapa strategi atau metode yang dilakukan petani di Rejang Lebong untuk memperbaiki mutu produk dan menambah nilai ekonomi dari kopi itu sendiri. Perbaikan mutu produk dapat dilakukan dengan cara panen selektif/petik merah. Oleh karena itu, kalangan petani di Rejang Lebong ini mengubah pola panen, yakni memanen biji kopi yang sudah matang atau dikenal dengan petik merah. Cara merontokkan seluruh buah sebenarnya cara yang merugikan petani. Hal ini dikarenakan dapat mengganggu kualitas komoditas, saat panen tercampur dengan biji yang belum matang maka akan berakibat pada rendahnya kualitas dan cita rasa kopi.

            Selain itu, untuk menambah nilai ekonomi, sekarang kulit kopi pun dimanfaatkan untuk dijadikan teh. Teh ini memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya akan khasiatnya. Air bekas mencuci kulit kopi itu juga bisa dimanfaatkan. Caranya adalah dengan memfrementasikan hingga bisa menjadi pupuk organik cair dan juga limbah dari kopi ini bisa dijadikan pupuk organik. Pemanfaatan paling utama dari tanaman kopi adalah bijinya. Biji kopi sendiri akan diolah menjadi bubuk kopi. Sekarang, tidak hanya kopi bubuk saja yang dijual, biji kopi pun telah diekspor ke beberapa daerah hingga ke luar pulau.

KESIMPULAN

            Strategi untuk meningkatkan produktivitas  kopi melaui perluasan pasar dengan cara mengembangkans nilai ekonomi dari tanaman itu sendiri  yang didukung oleh perbaikan mutu. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan semua bagian tanaman hingga bisa menghasilkan nilai ekonomi baru. Sehingga nilai ekonomi tersebut dapat membantu menambah pendapatan para petani kopi.

SARAN

          Disarankan untuk para petani kopi di Kabupaten Rejang Lebong dapat memanfaatkan bagian-bagian kopi dengan baik dan benar, salah satunya dengan mengubah pola panen petik merah. Sehingga para petani tidak harus pusing menjual ke pengepul dengan harga yang terkadang tidak stabil. 

DAFTAR PUSTAKA

Hanila, S. (2019). Pelatihan Pengembangan Bumdes Tanjung Beringin Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Bumi Rafflesia, 2(3).

Listyati, D. (2017, November). Analisis Usaha Tani Dan Rantai Tata Niaga Kopi Robusta . Jurnal of Industrial dan Beverage Crops, 4(3).

Sidharta, V. (2021, November). Pembangunan Pertanian Indonesia . Jurnal Kajian Ilmu Sosial, 2(2).

 

 

 

 

           

           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU