BENDUNGAN AIR MANJUTO DAN DAMPAK POSITIF TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT LUBUK PINANG MUKOMUKO


Penulis : Mustafa Bisri (E1D017137)

PENDAHULUAN

    Indonesia adalah salah satu negara kepulauan di kawasan Asia Tenggara, termasuk ke dalam negara berpenduduk terbesar di dunia. Sebagai negara ke pulauan, cukup banyak bendungan yang dibangun, masing-masing bendungan memiliki luas dan besarnya yang berbeda-beda. Bendungan merupakan sebuah bangunan yang sengaja dibuat oleh manusia sebagai wadah menampung air untuk berbagai tujuan. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air, penyedia air bersih, penyedia atau sumber irigasi sawah, tempat habitat ikan dan hewan lainnya, pengendali banjir, dan sebagai tempat rekreasi.

    Di Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, telah pula dibangun bendungan yang diberi nama Bendungan Air Manjuto yang memiliki peranan penting bagi masyarakat untuk irigasi sawah. Kemudian memiliki keunggulan yang lebih dari bendungan-bendungan lainnya, antara lain sebagai destinasi wisata dan benda bersejarah, yang banyak pengunjungnya. Oleh masyarakat setempat dimanfaatkan pula untuk melakukan tradisi balimau menyambut bulan puasa.

    Pembangunan waduk juga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air di sektor industri dan penyediaan air minum. Sesuai dengan prioritas pembangunan dalam Repelita V, peningkatan dan pengacu sektor pertanian dan sektor industri diserahkan kepada pemerintahan daerah melalui program pembangunan daerah. Pembangunan dipusatkan pada pembangunan pedesaan karena potensi-potensi terbesar memang terdapat di daerah pedesaan. Arah pembangunan Daerah Tingkat I (Provinsi) adalah operasi dan pemeliharaan jalan provinsi, jaringan irigasi, rumah sakit, serta kegiatan-kegiatan lain yang menjadi tanggung jawab Pemerintahan Daerah Provinsi.

    Salah satu contoh pembangunan pedesaan adalah pembangunan desa Lubuk Pinang, yakni pembangunan Bendungan Air Manjuto. Pembangunan Bendungan Air Manjuto dimaksudkan kita mengairi areal persawahan di sekitar bendungan. Menurut Emil Salim, titik berat pembangunan bidang pertanian adalah mengejarketerbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. Kemudian juga sebagai sarana untuk mengatasi banjir dan sumber air bersih. Keberadaan bendungan ini memiliki nilai tambah bagi masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, antara lain terjadi perubahan aktivitas petani, semula lebih banyak beraktivitas di kebun sawit, sekarang fokus pada tanaman padi. Bendungan ini juga difungsikan sebagai tempat wisata dan budidaya ikan yang mampu mendorong berputarnya roda ekonomi masyarakat setempat. Dari deskripsi diatas, dapat disimpulkan, bahwa Bendungan Air Manjuto adalah bendungan yang unik. Pada umumnya pembangunan bendungan dimaksudkan untuk pengairan sawah dalam upaya meningkatkan pertanian masyarakat. Sementara Bendungan Air Manjuto Lubuk Pinang Bengkulu, tidak hanya untuk kepentingan pengairan (irigasi) tapi juga difungsikan untuk Budidaya Ikan air tawar, Tempat Destinasi Wisata utama Provinsi Bengkulu.

Rumusan Masalah

    Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana Perkembangan fungsi                      Bendungan Air Manjuto Lubuk Pinang MukoMuko?

2.Bagaimana dampak ekonomi Bendungan Air Manjuto terhadap sosial ekonomi masyarakat Lubuk Pinang MukoMuko?

Tujuan

    Berangkat dari rumusan masalah diatas maka didapat tujuan umum penelitian sebagai berikut:

1.   Perkembangan fungsi Bendungan Air Manjuto Lubuk Pinang MukoMuko.

2.   Dampak Positif Bendungan Air Manjuto terhadap ekonomi masyarakat Lubuk  Pinang MukoMuko.

Metode

    Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah pandangan dari penulis kemudian dituangkan menggunakan kata-kata dan bahasa dari penulis sendiri. Selain itu juga bersumber dari informasi yang didapatkan penulis melalui jurnal atau artikel di internet. 

PEMBAHASAN

Perkembangan Fungsi Bendungan Air Manjuto MukoMuko

1. Periode 1989-1990

    Pada periode 1989 merupakan diresmikannya Bendungan Air Manjuto, kemudian dari tahun 1989-1990 bendungan Air Manjuto masih berfungsi sebagai jaringan irigasi sawah dan pengendalian banjir.

2. Periode 1990-2000

    Pada periode 1990-2000 Bendungan Air Manjuto sudah mulai bertambah fungsinya yaitu bukan hanya sebagai jaringan irigasi sawah, pengendalian banjir saja tetapi juga berfungsi sebagaai budi daya ikan dan sebagai tempat tradisi balimau. Pada awalnya masyarakat Lubuk Pinang melakukan tradisi balimau masuk bulan puasa dilakukan di sungai Manjuto, namun setelah adanya Bendungan Air Manjuto masyarakat menggunakannya sebagai tempat tradisi balimau.

3. Periode 2000-2019

    Madri Majidin, salah seorang UPTD Pengairan sekaligus penjaga Bendungan Air Manjuto mengatakan dari pengamatan beliau dari tahun 2000-2019 fungsi bendungan tidak hanya sebagai jaringan irigasi sawah, pengendalian banjir, budi daya ikan dan sebagai tempat tradisi balimau saja, namun juga sebagai tempat destinasi wisata yang banyak dikunjungi dan diminati.

Dampak Ekonomi Bendungan Air Manjuto Terhadap Masyarakat Lubuk Pinang Mukomuko

1. Dampak Positif Bendungan Air Manjuto

    Bendungan Air Manjuto mempunyai dampak yang besar terhadap perekonomian masyarakat Lubuk Pinang yang mana kondisi ekonomi masyarakat sebelum adanya bendungan bisa dikatakan belum meningkat dikarenakan sebelum adanya Bendungan Air Manjuto masyarakaat yang mayoritas berprofesi sebagai petani seperti bersawah padi dan perkebunan sawit, namun sebelum adanya Bendungan Air Manjuto masyarakat lebih banyak beraktifitas di perkebunan sawit.Pembangunan Bendungan Air Manjuto dilakukan atas dasar alasan geografi di wilayahLubukPinang Kabupaten Mukomuko, yaitu adanya sungai besar yang mengalir yaitu Sungai Manjuto. Selain itu juga dikarenakan sumber air di Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko sebelum adanya Bendungan Air Manjuto masih tergantung pada ketersediaan air dari Air Hujan terutama mayarakat yang bersawah atau bertanam padi. Pembangunan Bendungan Air Manjuto juga berguna untuk mengendalikan banjir.

a. Membuka lapangan kerja Baru

 Sejak berdirinya Bendungan Air Manjuto, masyarakat Lubuk Pinang mengalami perubahan aktifitas dalam mata pencaharian. Aktivitas baru yang dijalani masyarakat bukan menghilangkan aktifitas lamanya melainkan masyarakat memiliki pekerjaan tambahan. Berikut adalah beberapa perubahan aktifitas yang dialami oleh masyarakat Lubuk Pinang seperti di bawah ini:

1. Mata Pencaharian Sebagai Jasa Angkutan atau Supir Bertambah dengan Mata Pencaharian Menjadi Pedagang dan Bersawah atau petani padi.

2.Mata Pencaharian Sebagai Perkebunan Sawit Bertambah dengan Mata Pencaharian sebagai petani padi dan menjadi Pedagang.

3. Mata Pencaharian Sebagai Peternak Bertambah dengan Mata Pencaharian Menjadi Pedagang.

4. Mata Pencaharian Sebagai Pedagang Ikan Bertambah dengan Mata Pencaharian Menjadi petani Padi.

b. Mengurangi Pengangguran

    Dalam kehidupan bermasyarakat, masyarakat selalu melakukan berbagai macam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari- hari. Usaha yang dilakukan masyarakat yang mana dulunya usaha yang tidak pernah dia lakukan sekarang telah masyarakat lakukan dengan adanya bangunan bendungan tersebut. Sehingga hal itu bisa mengurangi pengangguran dalam suatu masyarakat. Masyarakat melakukan berbagai macam usaha seperti pedagang, pencari ikan, jasa angkutan, berkebun dan bertani. Banyaknya usaha yang dilakukan masyarakat, agar mendapatkan keuntungan serta memiliki uang yang lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Contohnya dengan adanya pembangunan Bendungan ini tanpa diketahui bisa meningkatkan ekonomi masyarakat hingga masyarakat mulai sejahtera dengan adanya bendungan ini, seperti petani padi yang tadinya panen sekali setahun bisa panen dua kali setahun,sehingga Kabupaten Mukomuko tetapkan Lubuk Pinang sebagai kawasan   pertanian,dikarenakan hasil dari persawahan atau padi dari masyarakat bisa di inpor ke Sumatra Barat.

c. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Perubahan dalam masyarakat pada prinsipnya merupakan suatu proses yang terus menerus, bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya mengalami perubahan itu akan tetapi, perubahan pada masyarakat yang satu dengan yang lainnya tidak akan selalu sama, ada masyarakat yang mengalami lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lain. Perubahan dalam masyarakat dapat terjadi karna adanya penggerak tertentu, daya penggerak untuk proses-proses perubahan sosial dalam suatu masyarakat datang dari dua sumber yaitu dari luar dan dari dalam, seperti dalam lingkungan pergaulan, kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan. Perubahan sosial yang cepat itu meliputi berbagai bidang kehidupan dan merupakan masalah bagi semua institusi sosial seperti industri, agama, perekonomian, pemerintah dan keluarga.

    Seperti halnya dengan Bendungan Air Manjuto banyak membawa keuntungan pada masyarakat seperti meningkatkan ekonomi masyarakat hingga masyarakat mulai sejahtera karena meningkatnya penghasilan masyarakat. Sebelum keberadaan Bendungan Air Manjuto penghasilan masyarakat lebih kurang Rp. 100.000 perhari, setelah keberadaan Bendungan Air Manjuto penghasilan masyarakat menjadi Rp. 300. 000 perhari.

Kesimpulan

1. Perkembangan fungsi Bendungan Air Manjuto yaitu dari tahun 1989-1990 bendungan Air Manjuto masih berfungsi sebagai jaringan irigasi sawah dan pengendalian banjir, tetapi Pada tahun 1990-2000 Bendungan Air Manjuto sudah mulai bertambah fungsinya yaitu bukan hanya sebagai jaringan irigasi sawah, pengendalian banjir saja tetapi juga berfungsi sebagaai budi daya ikan dan sebagai tempat tradisi balimau. Kemudian tahun 2000-2019 semangkin berkembang karena fungsi bendungan tidak hanya sebagai jaringan irigasi sawah, pengendalian banjir, budi daya ikan dan sebagai tempat tradisi balimau saja, namun juga sebagai tempat destinasi wisata yang banyak dikunjungi dan diminati.

2. dampak Positif Bendungan Air Manjuto terhadap masyarakat Lubuk Pinang, Mukomuko. Adapun dampak positif,(1) membuka lapangan kerja baru seperti mata pencaharian sebagai jasa angkutan atau supir bertambah dengan mata pencaharian menjadi pedagang dan bersawah atau petani padi. Mata pencaharian sebagai perkebunan sawit bertambah dengan mata pencaharian sebagai petani padi dan menjadi pedagang. Mata pencaharian sebagai peternak bertambah dengan mata pencaharian menjadi pedagang. Kemudian mata pencaharian sebagai pedagang ikan bertambah dengan mata pencaharian menjadi petani padi. (2) Mengurangi pengangguran yang membuat masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.(3) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti meningkatnya penghasilan masyarakat. Sebelum keberadaan Bendungan Air Manjuto penghasilan masyarakat lebih kurang Rp. 100.000 perhari, setelah  keberadaan Bendungan Air Manjuto penghasilan masyarakat menjadi Rp.300. 000 perhari. 

Saran

    Bendungan Air Manjuto banyak membuka manfaat terhadap masyarakat maka disarankan agar masyarakat berkontribusi menjaga dan memelihara bendungan. Seperti menjaga kebersihan yang ada di lokasi Bendungan Air Manjuto. Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah membuat aturan dan pemetaan terhadap masyarakat, pedagang dan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.

Daftar Pustaka

Muljana,B. S., Perencanaan Pembangunan Nasional: Proses Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional Dengan Fokus Repelita V,Jakarta: Depdikbud, t. t

RPJMDes. Lubuk Pinang Kab. Mukomuko tahun 2019-2024.

Front, Djo,Mengunjungi Bendungan Air Manjunto, Bendungan Terbesar Di Bengkulu, 2018, ArtikelOne INN Bengkulu

Mustafa, Ardita, Bendungan Juga Berpotensi Jadi Objek Wisata Rakyat, 2016,

Artikel CCN Indonesia

Sari, Elvira Inda, Saluran Air Berfungsi Baik, Ribuan Hektar Sawah diMukomuko Bebas Banjir, 2017, Artikel Diskominfo Bab.Mukomuko

Situmeang, Yefta, Mengenal Mukomuko dan Wisata Alamnya, 2018, Artikel


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN BENDUNGAN DAN IRIGASI TERHADAP KETERSEDIAAN AIR SAWAH BAGI PETANI DI DESA SUNGAI IPUH KABUPATEN MUKOMUKO

Teknologi Mesin Pertanian Rice Transplanter Inovasi Pembagunan Pertanian Di Desa Tapak Siring Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung barat

PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PHT PADI SAWAH DENGAN MEMANFAATKAN AGENSIA HAYATI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KELURAHAN SEMARANG KOTA BENGKULU